Selasa, 26 Maret 2019

Renungan Katolik Bahasa Kasih
Rabu, 27 Maret 2019

Ul 4:1,5-9
Mzm 147:12-13,15-16,19-20
Mat 5:17-19

*KETAATAN*

_...dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah nenek moyangmu.  -- Ul 4:1_

Satu kata yang spontan timbul dalam hati dan pikiran saya ketika membaca ayat di atas adalah ketaatan. Tanpa ketaatan, kita tidak akan dapat menyenangkan Tuhan. Ketaatan ini pula yang akan mengantar kita untuk bertemu muka dengan muka dengan-Nya dalam kehidupan kekal yang Ia janjikan.

Seorang Teolog Jesuit memberikan definisi ketaatan sebagai berikut: _"Kebajikan moral yang cenderung akan sesuai dengan kehendak seorang yang lain yang berhak untuk memberikan perintah."_ Oleh sebab itu, seseorang yang taat akan menyatukan kehendaknya kepada orang yang berwenang atas dirinya. *Santo Thomas Aquinas* menyatakan bahwa Allah harus ditaati dalam segala hal.

Katekismus Gereja Katolik bahkan menyebut ketaatan sebagai suatu kewajiban. Ketaatan menyenangkan Tuhan karena itu berarti mengorbankan keinginan pribadi atas dasar kasih kepada Tuhan.

Jika kita refleksikan lebih dalam, ketaatan memang seringkali mengharuskan kita untuk mengorbankan apa yang kita mau dan memilih apa yang Tuhan kehendaki. Ketaatan memang menuntut kita  untuk melakukan apa yang menyenangkan hati Tuhan, sekalipun tidak membuat kita senang melakukannya. (Jc)

_Seberapa level ketaatan saya kepada Tuhan?_
Apa yang sering membuat saya memilih untuk tidak taat?

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar