Jumat, 15 Maret 2019

Renungan Katolik Bahasa Kasih
Sabtu, 16 Maret 2019

Ul 26:16-19
Mzm 119:1-2,4-5,7-8
Mat 5:43-48

UPAH DARI PERBUATAN BAIK

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Mat 5:46

Saya sering bertanya-tanya dalam hati. Apakah pekerjaan seorang pemungut cukai -- zaman sekarang mungkin disebut "orang pajak" -- dianggap sebagai pendosa? Karena tak dapat dipungkiri, kitapun membutuhkan jasa profesional seorang ahli dalam bidang perpajakan, terlebih dalam perusahaan.

Pertanyaan menggelitik lainnya, apakah ada profesi tertentu -- tentu saja di luar profesi yang melanggar hukum dan norma sosial -- yang cenderung membawa atau membuat orang untuk berbuat dosa dalam melakukan pekerjaannya? Atau sebaliknya, adakah profesi tertentu yang dapat membuat kita menjadi berkat bagi orang lain dan memberikan banyak "upah" di surga?

Kenyataannya, banyak orang yang merasa tidak punya pilihan untuk profesinya. Banyak teman saya yang berprofesi sebagai dokter gigi hanya karena ayah dan kakeknya juga dokter gigi. Atau pengamen di jalan yang merasa tidak mempunyai peluang untuk menjadi seorang pengusaha karena tidak memiliki wawasan dan kolega. Cita-cita hanyalah mimpi di siang bolong, karena situasi dan kondisi yang seolah membuat mereka menjalani apa yang mereka lakukan sekarang.

Setiap profesi tentu memiliki tantangan yang berbeda-beda. Semakin besar tantangan bagi kita untuk berbuat baik dalam profesi kita, tetapi jika kita berhasil melakukan dan melewati tantangan itu, akan ada kemenangan yang kita alami. Hal itu dapat kita rasakan ketika ada rasa lega dalam hati nurani kita setelah melakukan kebaikan. (Md)

Apakah saya menang melawan godaan dalam melakukan pekerjaan saya?

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar