Renungan Katolik Bahasa Kasih
Sabtu, 23 Maret 2019
Mi 7:14-15,18-20
Mzm 103:1-4,9-12
Luk 15:1-3,11-32
KEMBALI KEPADA BAPA
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Luk 15:20
Jika saya renungkan, saya sama seperti anak bungsu dalam Injil hari ini. Saat saya dibaptis, saya menjadi anak Allah. Sebagai seorang anak, saya bisa menikmati semua yang dimiliki Bapa. Namun saya memilih untuk pergi meninggalkan-Nya dan keluar dari kerajaan-Nya. Sampai akhirnya saya menyadari akan kesalahan yang sudah saya perbuat. Saya menyesal dan memilih untuk kembali kepada Bapa.
Ternyata, Bapa selalu menunggu dan tidak pernah melupakan saya. Ketika Ia melihat saya dari jauh, Ia berlari menghampiri saya. Dengan penuh kasih, Bapa mencium dan menyambut saya sebagai anak-Nya. Tidak ada omelan, tidak ada pertanyaan, tidak ada penolakan, dan Ia juga tidak mengungkit semua kesalahan yang pernah saya lakukan.
Bapa tidak pernah menggunakan kekuasaan-Nya untuk memaksa saya kembali. Namun Ia selalu setia menunggu saya untuk kembali. Bapa berharap suatu saat saya akan kembali. Karena itu ketika Bapa melihat saya dari jauh, Ia sudah langsung mengenali saya dan berlari menghampiri saya.
Apapun yang sudah kita lakukan, ketika kita menyesal dan memutuskan untuk kembali kepada Bapa, maka Ia tidak akan pernah menolak kita. (Dn)
Apakah saya menyesali kesalahan yang saya perbuat dan kembali kepada Bapa?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar