Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Sabtu,_ *30 Maret 2019*
Hos 6:1-6
Mzm 51:3-4,18-21
Luk 18:9-14
*SIKAP DALAM TUHAN*
_Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. -- Luk 18:14_
Perikop hari ini cukup menegur saya. Seperti orang Farisi, saya merasa diri sudah hidup baik karena sudah melakukan apa yang harus dilakukan, seperti berdoa, membaca firman setiap hari, rutin pergi misa setiap hari Minggu, dan juga melakukan pelayanan.
Ternyata, Tuhan tidak berkenan dengan sikap _"merasa baik karena perbuatan baik yang sudah diperbuat"_ dengan tanpa diiiringi perubahan sikap rohani yang serius diperjuangkan. Sikap ini adalah sikap meninggikan diri, sekalipun mungkin tidak berakibat merugikan orang lain.
Sebaliknya, sikap merendahkan diri membuat kita menyadari bahwa kita tidak mampu melakukan apa-apa tanpa seizin Tuhan. Sesungguhnya, segala sesuatu berasal dari Allah. Apapun yang kita miliki -- talenta, pekerjaan, keluarga, kenyamanan duniawi -- sekalipun semua itu didapatkan karena kita ikut mengambil bagian dalam mengusahakannya, namun jika ia tidak berkenan maka semua itu tidak akan terjadi.
Sikap rendah hati tidak dapat terjadi begitu saja dan tidak hanya sebatas ucapan di bibir, namun harus diperjuangkan untuk dapat dipraktekkan setiap saat. (In)
_Apakah sikap saya sama seperti orang Farisi?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar