Renungan Katolik Bahasa Kasih
Selasa, 19 Maret 2019
*Hari Raya St. Yusuf, Suami SP Maria*
2Sam 7: 4-5a, 12-14a, 16
Mzm 89: 2-5,27-29
Rm 4:13,16-18,22
Mat 1:16,18-21,24 atau Luk 2:41-51a
*LEWATI JALAN BERLIKU*
_Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. -- Luk 2:51a_
Dalam perjalanan ke Yerusalem untuk merayakan Paskah kala itu, Maria dan Yusuf terpisah dari Yesus yang baru berusia dua belas tahun. Ternyata, Yesus berada di Bait Allah. Ia duduk di tengah para alim ulama sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan kepada mereka. Mereka semua heran akan kecerdasan dan segala jawab yang diberikan-Nya.
Maria yang melihat semua itu -- yang bisa dikatakan sebagai hal yang tidak wajar yang dilakukan oleh seorang anak -- hanya menyimpannya dalam hati. Ia tetap melakukan apa yang menjadi bagiannya
Sama halnya seperti Bunda Maria, seringkali saya juga tidak dapat memahami apa yang dikehendaki Allah untuk hidup saya ke depan. Namun saya percaya bahwa segala yang sudah Ia rancang adalah yang terbaik. Oleh sebab itu, dalam jatuh bangun mengikuti Tuhan, saya selalu berusaha menyadari bahwa semua yang saya alami baik suka maupun duka adalah jalan keselamatan bagi saya.
Marilah kita senantiasa berjaga-jaga dalam ketaatan. Apa-pun yang kita alami, tetaplah percaya bahwa Ia memegang tangan kita. Pergunakan waktu dan kesempatan yang masih Ia berikan untuk selalu menjadi anak yang berkenan di hati-Nya. (In)
Bagaimana cara saya untuk tetap teguh dalam ketaatan kepada Tuhan?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar