Renungan Katolik Bahasa Kasih
Senin, 04 Maret 2019
Sir 17:24-29
Mzm 32:1-2,5-7
Mrk 10:17-27
MAU MASUK SURGA?
_Mendengar perkataan Yesus, orang itu menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyaklah hartanya. -- Mrk 10:22_
Dalam suatu seminar, seorang Pastor bertanya, "Siapa yang ingin masuk surga?" Tampak banyak sekali yang mengangkat tangan. Pastor bertanya lagi, "Siapa yang mau masuk lebih dulu?" Terdengar gelak tawa para peserta, namun tidak ada yang mengangkat tangan. Inilah bukti kita tidak konsisten.
Ketika orang kaya dalam bacaaan hari ini bertanya kepada Yesus cara untuk memperoleh hidup yang kekal, dijelaskan bahwa setiap orang yang ingin masuk surga, haruslah melepaskan diri dari segala keterikatan di dunia. Sayangnya, orang kaya itu merasa sulit untul melepaskan apa yang dimilikinys dibanding mengikuti Yesus.
Yesus tidak bermaksud sinis terhadap kekayaan dan orang-orang kaya. Yesus hanya ingin menekankan bahwa segalanya itu tidak ada artinya dibanding dengan diri-Nya sendiri. Orang kaya kelihatannya memiliki kebebasan secara finansial, tetapi seringkali terpenjara oleh hartanya sendiri. Mengikuti Yesus dan berusaha sekuat tenaga menaati semua ajaran-Nya setiap hari, itulah yang akan membawa sukacita sejati. Jangan salah memilih prioritas dalam hidup ini.
Hari ini pertanyaan yang sama ditujukan kepada kita. Apakah kita mau masuk surga? Jika ya maka kita harus belajar melepaskan segala kelekatan terhadap hal-hal duniawi mulai dari sekarang: uang, jabatan, seks, dan sebagainya. Kerajaan Allah tidak memandang orang kaya atau miskin, tetapi melihat sejauh mana kerinduan atau hati orang terhadap surga. (Yo)
Apakah saya masih memiliki keterikatan pada hal duniawi yang mengalahkan kerinduan saya kepada Allah?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar