Renungan Katolik Bahasa Kasih
Senin, 11 Maret 2019
Im 19: 1-2,11-18
Mzm 19:8-10,15
Mat 23:31-46
RUMAH SINGGAH
_Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan. -- Mat 25:35_
Akhir-akhir ini banyak teman adik saya yang ingin menginap. Ada yang dikarenakan orang tuanya sedang ribut untuk bercerai. Ada juga karena orang tuanya selingkuh.
Saya pribadipun banyak mendengar _curhat_ atau berita tentang masalah perselingkuhan. Sekali waktu seorang wanita datang ke rumah dengan berurai air mata. Dia bercerita tentang suaminya yang menikah lagi dan segudang persoalan yang dihadapinya.
Miris rasanya mendengar cerita seperti di atas.
Kalau Tuhan banyak mengirimkan anak-anak korban _broken home_ untuk tinggal sementara waktu di rumah kami, saya melihat bahwa Tuhan memakai keluarga kami untuk menjadi saluran berkat bagi mereka yang membutuhkan. Terkadang, mereka tidak membutuhkan solusi, tetapi hanya butuh didengarkan. Ada kelegaan tersendiri ketika mereka bisa berbagi cerita.
Teman, bacaan hari ini mengisahkan tentang penghakiman terakhir. Bacaan ini mengajak kita untuk mulai peduli akan sekitar kita. Di zaman yang serba canggih ini, yang jauh menjadi dekat, tetapi yang dekat justru malah terasa jauh. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi berkat bagi sesama. (Ar)
Apakah perkataan dan perbuatan saya sudah menjadi berkat bagi sesama?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar