Senin, 11 Maret 2019

Selasa, 12 Mar 2019
Hari Biasa Pekan I Prapaskah
Yes. 55:10-11; Mzm. 34:4-5,6-7,16-17,18-19; Mat. 6:7-15.

“Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” – Mat 6,14-15

Masa Prapaskah adalah masa yang pernuh rahmat. Salah satunya karena merupakan kesempatan untuk menerima pengampunan dosa secara khusus. Kalau pada hari-hari lain, para imam tidak selalu meluangkan waktu khusus untuk memberikan pelayanan Sakramen Tobat, pada Masa Prapaskah ini mereka menyediakan diri secara khusus. Tidak hanya menunggu di Gereja atau kapel, tetapi juga mendatangi umat yang membutuhkan. Namun, yang penting untuk diperhatikan adalah Masa Prapaskah bukan sekedar kesempatan istimewa untuk mendapatkan pengampunan dari Tuhan, tetapi juga merupakan kesempatan istimewa untuk memberikan pengampunan kepada sesama. Kedua hal ini: diampuni dan mengampuni, merupakan satu paket yang tidak boleh dipisahkan. Untuk mendapatkan pengampunan dari Tuhan, tidak cukup hanya dengan memohon ampun, mengaku dosa dan bertobat. Tetapi, hal yang sama, yang dilakukan Tuhan untuk kita, yakni mengampuni, harus juga kita lakukan terhadap sesama. Dengan mengampuni, dosa-dosa kita juga diampuni. Inilah yang ditegaskan oleh Yesus: “Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Mat 6,14-15). Mengapa Yesus menegaskan hal ini? Salah satunya karena kita sulit untuk mengampuni. Tuhan begitu mudah mengampuni kita tetapi kadang begitu sulit bagi kita untuk mengampuni sesama. Padahal, tidak mau mengampuni itu sama saja dengan tidak mau mengasihi. Orang yang menolak untuk untuk mengampuni sesamanya berarti melawan kasih, dan itu berarti menolak kasih Allah kendati pada saat yang sama mungkin ia memohonnya.  Hakikat kasih, yang ditegaskan oleh Yesus sebagai hukum yang utama, adalah memberi, termasuk memberi ampun. Dalam hal ini St. Paulus juga menekankan bahwa “kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain” (1Kor 13,5). 
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar