Senin, 04 Maret 2019

Selasa, 5 Mar 2019
Hari Biasa VIII
Sir. 35:1-12; Mzm. 50:5-6,7-8,14,23; Mrk. 10:28-31.

Berikanlah kepada Yang Mahatinggi berpadanan dengan apa yang la berikan kepadamu, dengan murah hati dan sesuai dengan hasil tanganmu.

Sesungguhnya, apa pun yang saat ini kita miliki adalah anugerah atau pemberian Tuhan. Rumah, saudara/i, orangtua, anak-anak, ladang, dan yang lain-lainnya, semua adalah anugerah Tuhan. Suatu saat, kita harus berpisah dengan mereka: entah mereka yang meninggalkan kita atau kita yang meninggalkan mereka. Oleh karena itu, bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk memiliki beberapa keutamaan dalam bersikap. Sikap pertama adalah tidak terikat atau tidak memiliki kelekatan terhadap salah satu dari mereka. Memang, kita harus mencintai mereka dan setiap anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita. Namun, kita tidak boleh mengikatkan diri dan menggantungkan diri sepenuhnya pada mereka. Kita mesti tetap mengambil jarak dan suatu saat rela melepaskannya. Bukankah suatu saat, orangtua pun harus rela melepas anaknya dan membiarkan mereka berjuang sendiri, demi kemandirian dan keberhasilan mereka? Sikap yang kedua adalah kerelaan untuk mengembalikan anugerah Tuhan itu sebagai persembahan kepada-Nya. Bacaan pertama mengundang kita untuk mempersembahkan kepada Tuhan sepadan dengan apa yang diberikan kepada kita. Namun, karena Tuhan itu murah hati, maka hendaknya kita juga memberikan kepada-Nya dengan murah hati. Yang ketiga adalah sikap penuh syukur. Dengan bersyukur, kita akan dengan mudah berbagi. Dan dengan berbagi, sesungguhnya Tuhan malah menggantinya berlipat-lipat. Kitab Surahk menyebut: "Dia itu Tuhan pembalas, dan engkau akan dibalas-Nya dengan tujuh lipat". Sementara itu, Yesus menegaskan bahwa Tuhan mengganti apa yang kita korbankan untuk-Nya, tidak hanya pada masa ini di dunia tetapi juga pada masa yang akan datang: pada masa ini, Tuhan mengganti tidak hanya tujuh kali lipat, tetapi seratus kali lipat; sedangkan pada masa datang akan diberi anugerah hidup kekal.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar