*SIRAMAN ROHANI* Kamis, 21 Maret 2019 RP Fredy Jehadin SVD
*Tema: Bukalah Mata Hati Kita Dan Layanilah Sesama Yang Menderita!* Lukas 16:19-31
Saudara-saudari... Dalam masa Prapaska ini, sebagai pengikut Kristus kita diajak untuk merenungkan Kisah Sengsara dan Wafat Kristus untuk kita; juga diajak untuk memanfaatkan banyak waktu untuk berdoa, berpuasa dan memberi sedekah.
Injil hari ini mengundang kita untuk merenungkan bagaimana sikap kita terhadap sesama yang menderita. Kalau kita amati sikap orang kaya dalam Injil hari ini, secara sepintas saya boleh katakan bahwa ia sepertinya baik-baik saja. Ia punya hak memanfaatkan kekayaannya untuk bersenang-senang dengan keluarga dan dirinya sendiri. Ia sudah bekerja keras mengumpulkan harta dan kini tibalah saatnya untuk bersenang-senang. Ia juga tidak melarang dan mengusir Lazarus dari pintu rumahnya. Ia biarkan Lazarus duduk di sana, malah biarkan anjingnya menjilat boroknya. Dari sudut pandangan manusia, sejauh ia tidak apa-apakan Lazarus, saya kira, ia baik- baik.
Sementara si Lazarus, ia tidak bisa berbuat- apa-apa karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk bekerja keras. Hidupnya hanya bergantung pada belaskasihan orang lain. Ia datang dan berbaring di depan pintu rumah si kaya. Ia makan apa yang jatuh dari meja si kaya. Ia tidak membuka mulut, sepertinya tidak punya hak untuk berbicara, tetapi punya harapan bahwa si kaya akan berbelaskasihan padanya. Ia mengharapkan belaskasihan dari si kaya, tetapi sayang, si kaya tidak memberinya apa-apa. Si kaya tidak menghiraukan dia. Ia tidak peduli dengan keadaan si Lazarus.
Saudara-saudari... Ketidakpedulian inilah yang menjadi kekurangan si kaya. Ia memiliki banyak harta tetapi tidak punya perhatian akan orang yang menderita. Ia sudah diberkati Tuhan, diberi kesehatan dan mendapat rejeki yang baik. Sudah seharusnya ia membagi sedikit dari kebahagiannya dengan sesama sebagai tanda ucapan syukur kepada Tuhan. Itulah dosa si kaya di mata Tuhan. Tidak membagi rejeki dengan orang sakit. Si kaya lupa akan tanggungjawabnya sebagai mahluk social. Sebagai mahluk sosial sudah seharusnya ia membantu. Dari segi ajaran agama, semua mahluk entah kaya atau miskin, adalah anak Allah. Sebagai anak-anak Allah si kaya juga punya kewajiban iman untuk membantu sesama yang menderita dan miskin.
Saudara-saudari... Si kaya sudah dikuasai oleh kekayaannya dan lupa bahwa Tuhan yang menciptakan dia tetap mengamati gerak gerik hidupnya. Rupanya sudah lama ia tidak mendengarkan ajaran para nabi dan para imam tentang tujuan hidup manusia di dunia ini dan ke mana manusia pergi sesudah kematian. Kekayaan duniawinya sudah menggelapi pikiran dan hatinya.
Di saat mengalami penderitaan dalam api neraka, barulah ia sadar akan kekurangannya. Karena itu ia meminta Bapa Abraham: “Suruhlah Lazarus ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.” Tetapi kata Abraham: “Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi, baiklah mereka mendengarkan kesaksian mereka itu.” Jawab orang kaya: “Tidak Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.” Kata Abraham: “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”
Saudara-saudari... Mungkin kadang kita berprilaku seperti orang kaya, yang tidak peduli dengan orang yang menderita dan merasa tidak bersalah sedikit pun. Mungkin kita merasa, bahwa kita tidak bersalah di saat kita berfoya-foya dengan hasil kerja keras kita, sementara di depan mata kita berbaring orang yang menderita, sakit dan tak berdaya.
Hari ini Yesus mengingatkan kita, bahwa ketidak-pedulian kita akan kesengsaraan hidup sesame akan menghancurkan kehidupan jiwa kita di akhirat.
Marilah saudara-saudari... Hayatilah dan amalkan apa yang diajarkan Kristus hari ini. Bukalah mata hati iman kita dan layanilah sesama yang menderita, yang ada di depan mata fisik kita. Kekayaan kita adalah rejeki yang kita terima dari Tuhan. Bagikanlah sedikit rejeki itu dengan mereka yang sangat menderita. Dengan demikian jiwa kita pun akan bahagia dan selamat.
Kita mohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amin.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar