Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 5 April 2019
Bacaan: Ibrani 12:15 "Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang."
Renungan:
Perlakuan yang tidak baik, merendahkan, memfitnah, menyakiti dan melontarkan kata-kata kotor seringkali menyebabkan seseorang mengalami akar kepahitan. Tidak adanya pengampunan dan iri hati dalam diri kita juga menyebabkan kita makin terbelenggu oleh kepahitan. Ada juga orang yang mengalami kepahitan karena penderitaan yang dialaminya. Pada akhirnya ada orang yang kemudian menyalahkan Tuhan dan menuduh Dia sebagai penyebabnya.
Inilah yang dikatakan Naomi, "... Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkan aku Mara, sebab yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku. Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong, Tuhan memulangkan aku. .... Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku." (Rut 1:20-21). Bukankah masih ada pengikut Yesus yang bersikap seperti Naomi? Mogok tidak mau ke gereja karena merasa doanya tidak dijawab oleh Tuhan. "Untuk apa saya cape-cape ke gereja, berdoa dan melayani Tuhan? Kenyataannya hidup saya juga tidak berubah, tetap saja pas-pasan dan tidak diberkati Tuhan," dan masih banyak keluhan yang lainnya.
Orang yang hidup dalam kepahitan mustahil dapat berdoa. Kepahitan juga semakin membuat orang menjadi tawanan dosa. Kepahitan itu sama dengan ikatan kejahatan, karena jika kita biarkan kita akan menjadi tawanan dosa. Kepahitan adalah senjata yang digunakan iblis untuk menghancurkan kehidupan kita. Marilah kita datang kepada Tuhan dan minta agar Ia mencurahkan roh pengampunan dan mengampuni serta membebaskan kita dari semua akar kepahitan dan memberikan kita damai sejahtera. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, masuklah dalam hatiku dan telusurilah setiap relung hatiku mulai dari saat aku berada dalam kandungan sampai dengan saat ini. Angkat setiap kekecewaan, ketakutan, kecemasan dan semua kepahitan yang telah mengakar dalam hatiku sampai hari ini. Siram dengan darahMu sendiri dan gantikan setiap sel-sel hatiku yang rusak dengan sel-sel yang baru, sehingga damai sejahteraMu dapat tinggal secara bebas dalam hatiku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar