Kencan Dengan Tuhan
Sabtu, 27 April 2019
Bacaan: Lukas 21:3-4 Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."
Renungan:
Beberapa tahun lalu di sekolah kami selama bulan Oktober ada kegiatan mengumpulkan koin cinta kasih untuk membantu anak-anak yang kesulitan untuk sekolah dan harus belajar di kolong tol. Suatu hari saat saya mengedarkan kaleng koin cinta kasih tersebut, ada seorang murid laki-laki bertanya, "Itu untuk apa, Pak?" Saya jawab, "Untuk disumbangkan ke anak-anak yang tidak mampu bersekolah." Lalu dia menjawab, "Ah, saya tidak mau menyumbang. Sayang uang saya." Saya hanya menjawab, "Ga apa-apa. Ini hanya untuk anak-anak yang tergerak hatinya karena dijamah Tuhan sehingga mereka bisa berbagi. Kalau yang belum digerakkan hatinya oleh Tuhan ga apa-apa kalau tidak memberi." Kemudian murid saya itu membalikkan badannya dan mengeluarkan uang dari sakunya lalu mengejar saya dan memasukkannya ke dalam koin cinta kasih.
Terkadang kita juga bersikap seperti anak tersebut, menilai untung rugi ketika kita mau berbuat baik pada orang lain. Sehingga banyak kesempatan hilang begitu saja untuk berbuat kebaikan. Hari ini Tuhan Yesus mengajak kita untuk berbuat baik seperti si janda miskin yang memberi dari kekurangannya. Ia tidak memikirkan kepentingan dirinya sendiri tetapi dia memikirkan kepentingan orang lain.
Marilah kita mulai memberi dan berbagi pada orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan pertolongan. Mungkin mereka hanya membutuhkan waktu kita untuk mencurahkan isi hatinya, atau mereka membutuhkan doa kita untuk masalah yang sedang dihadapinya atau juga membutuhkan sedikit rezeki kita untuk meringankan beban hidup mereka. Apapun yang kita bagikan pada mereka, lakukanlah dengan ketulusan hati sehingga menjadi berkat bagi mereka. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, ajarilah aku untuk meneladan si janda miskin dalam hal memberi tanpa menunggu harus menjadi kaya terlebih dahulu, karena tidak semua orang membutuhkan materi, tetapi ada yang hanya membutuhkan waktuku, senyumku dan sapaanku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar