* PERCIKAN HATI❤
Kamis, 18 April 2019
*O SALIB KRISTUS*
🙂 Yesus memang mengetahui apa yang dimaksudkan dengan penyaliban. Ketika Ia baru berusia ± 11 tahun, Yudas seorang Galilea memimpin suatu pemberontakan terhadap tentara Romawi. Ia membentuk tentaranya di Sepphoris, yang jaraknya ± 4 mill dari Nazaret.
🙂 Tentara Romawi datang menyerang dengan tiba-tiba. Sepphoris dibakar dan diratakan dengan tanah. Penduduknya dijual sebagai budak dan dua ribu pembenrontak disalibkan sepanjang kiri-kanan jalan. Ini juga merupakan peringatan bagi yang lainnya yang mau mencoba-coba lagi untuk memberontak (William Barclay – _Injil Lukas,_ hlm. 173). Sejak usia remaja, Yesus tahu betapa mengerikan orang-orang yang disalib.
🙂 Paulus menuliskan tentang salib, _“A stumbling block to Jews and foolishness to Gentile”_ – Kristus yang disalibkan untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan (1 Kor 1: 23). Namun, salib yang dianggap bodoh dan batu sandungan kini telah menjadi kebanggaan.
🙂 Tokok Reformator – Luther (1483 – 1546) dalam pernyataannya yang terkenal berkata, _“Ecclesia heres crucis est”_ – Gereja adalah pewaris salib. Orang Kristen adalah pewaris salib Kristus. Tetapi mereka juga pewaris kebangkitan-Nya, _“Crux Christi Corona christianorum”_ – salib Kristus merupakan mahkota umat Kristiani.
🙂 Yesus berani menderita sengsara. Penulis masa awal Kekristenan – Tertulianus (155 – 230) berkata, “Orang yang takut menderita tidak dapat menjadi milik Dia yang telah menderita”.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar