Sabtu, 27 April 2019

PERCIKAN HATI

🌟Renungan: Hari Minggu Paskah II ( Tahun C/I – Putih)
Kis. 5:12-16;Why.1:9-11a,12-13,17-19;Yoh.20:19-31

*_Percaya VS Tidak Percaya*_

🙂Dewasa ini, orang semakin kritis dalam menanggapi sebuah berita. Orang tidak dengan mudah percaya sebelum melihat bukti yang kuat dan jelas. Bukti fisik menjadi hal yang sangat menentukan seseorang sebelum mereka percaya terhadap sesuatu.

🙂Injil hari ini, mengisahkan tentang peristiwa Yesus menampakkan diri kepada para murid. Para murid yang hadir pada saat itu percaya akan kebangkitan Yesus. Namun, ternyata salah satu dari murid Yesus, yakni Tomas yang tidak berada di situ tidak percaya, bahwa Yesus sungguh-sungguh telah bangkit, karena baginya tidak mungkin seorang bisa bangkit dari kematian. Lalu Yesus menampakkan diri kepadanya, barulah ia percaya bahwa sungguh-sungguh Yesus telah bangkit.

🙂Sahabat, seringkali kita menjadi seperti Tomas. Tidak dengan mudah percaya kepada Tuhan, dan selalu menuntut tanda dan bukti, baru kita percaya kepada-Nya. Padahal, dalam keadaaan yang sebenarnya, kita ada sampai saat ini, itu karena kemurahan, pengorbanan, dan kuasa Allah yang sungguh luar biasa.

🙂Inilah yang menjadi permenungan kita saat ini, bahwa sebagai umat Allah kita diajak untuk sepenuhnya percaya bahwa hidup kita tentu tak lepas dari kuasa dan karya Allah. Maka dari itu, perlu bagi kita untuk sungguh-sungguh percaya bahwa iman kita kepada Allah kelak akan mengalahkan segala ketakutan kita, kekuatiran kita, juga kesulitan kita. Segala permasalahan dan pergumulan hidup kita, semuanya akan dikalahkan oleh iman kita dan kelak iman kita itulah akan membawa kita pada hidup yang lebih baik.

🙂Mari, sepenuhnya kita percaya kepada Dia yang telah bangkit. Pribadi yang beriman pasti akan melihat setiap misteri kehidupan melalui kacamata iman. Dan dari segalanya itu, Tuhanlah pedoman hidup kita. Meskipun kita tidak melihat-Nya, namun kita percaya Ia yang telah bangkit ada dan tinggal di dalam hati kita masing-masing. Perlidungan-Nya selalu ada untuk kita dan Kasih-Nya selalu menyertai kita. Karena itu, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”.

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar