Selasa, 23 April 2019

Rabu, 23 April 2019
Rabu Oktaf Paskah
Kis. 3:1-10; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9; Luk. 24:13-35. 

Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.

Hari ini Rabu dalam Oktaf Paskah. Sejak Minggu hingga kemarin, Injil berkisah tentang Maria Magdalena (dan beberapa wanita lain) serta Petrus dan Yohanes yang mengalami perjumpaan dengan Yesus yang bangkit. Mereka bertiga boleh dikatakan sebagai murid-murid terdekat Yesus. Hari ini, Yesus memberikan pengalaman kebangkitan-Nya kepada murid lain, yakni 2 murid Emaus. Mereka tidak termasuk bilangan 12 rasul, namun rupanya hampir selalu ada di sekitar Yesus. Nyatanya, mereka tahu bahwa Yesus "adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa" (ay.19). Tentunya, mereka juga hadir saat Yesus menggandakan roti, karena saat Yesus yang bangkit melakukannya kembali, mereka yang semula tidak mengenali-Nya menjadi dapat mengenali-Nya. Kiranya, pengalaman murid Emaus ini merupakan pengalaman kita. Apalagi penginjil Lukas hanya menyebutkan satu nama dari kedua murid tersebut, yakni Kleopas (ay.18). Kalau begitu, ya bolehlah murid yang satunya itu kita beri nama kita masing-masing. Sebab, kita pun sesungguhnya mengalami juga Yesus yang bangkit. Yesus bangkit berarti Ia kini hidup, hadir, dan menyertai kita. Kehadiran-Nya tidak dibatasi ruang dan waktu. Ia selalu hadir dan menyertai kita: menegur dan memperingatkan kita (ay. 25), serta mengajarkan Kitab Suci dan banyak hal kepada kita (ay.27). Namun, karena kita sering terlalu sibuk bercakap-cakap dan bertukar pikiran, juga bekerja, maka seringkali pula kita tidak mengenali kehadiran-Nya; mata dan hati kita terhalang untuk mengenali-Nya (ay.15-16). Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan kita, agar kita mampu menyadari dan mengenali kehadiran Tuhan yang senantiasa menyertai kita.

NB. Mulai hari Selasa kemarin sampai Minggu (23-28 April) saya retret. Maka, mohon untuk sementara tidak usah membalas kiriman renungan saya. Terimakasih
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar