Jumat, 05 April 2019

#renungan

*DENGARKAN DULU!*

Sabtu 06 Apr 2019

_`Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?` (Yoh 7:51)_


Suatu ketika sebuah keluarga duduk bersama menonton suatu acara berita di televisi tentang kejahatan yang sedang terjadi. Si ibu dengan antusias menghakimi perbuatan orang tersebut dan penghakimannya itu `diteguhkan` oleh si anak. Suasana menjadi tegang karena mereka berpikir bahwa orang tersebut pantas dihukum, meskipun mereka tidak mengenal orang tersebut.

Mungkin, tanpa sadar kita sering melakukan hal yang sama, yaitu menghakimi orang lain, entah dengan pikiran, perkataan, atau pun perbuatan kita, tanpa mengetahui kondisi sesungguhnya dari orang ybs. Kita hanya tahu bahwa menurut orang lain ia sudah sering melakukan kesalahan atau kejahatan. Sering kita terpancing dengan apa kata orang dan kita lebih suka mendengarkan orang banyak daripada mendengarkan langsung penjelasan dari orang yang `dianggap bersalah` tersebut.

Yesus mengajak kita bersama dengan Nikodemus untuk berani mengenal dan mengetahui dulu pribadi orang ybs., duduk mendengarkannya juga, dan tidak menghakimi berdasarkan pemikiran dan apa kata orang saja?

Lebih daripada itu, hanya Tuhanlah hakim yang adil karena Dia tidak hanya melihat `kejadian atau perbuatan lahiriah saja, `Tuhan melihat hati` (1Sam 16:7). `Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, .... Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?` (Yak 4:12).

*_Sr. M. Martha, P.Karm_*

Sabtu 06 Apr 2019
Hari Sabtu Imam
Yer 11:18-20; Mzm 7:2-3.9-12; Yoh 7:40-53

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar