Jumat, 05 April 2019

Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Sabtu,_ *06 April 2019*

Yer 11:18-20
Mzm 7:2-3,9bc-12
Yoh 7:40-53

*KEDUDUKAN MEMBUTAKAN ORANG*

_Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!"  -- Yoh 7:41_

Saat saya membaca Injil ini, saya merasa geli. Imam-imam kepala dan orang Farisi dapat melihat dan berbicara langsung kepada Yesus. Buat saya, mereka sungguh amat beruntung! Sayang seribu sayang, mereka tidak menyadari anugerah besar ini. Mereka meragukan Yesus adalah nabi karena berasal dari Galilea, sebuah tempat yang tak pernah disebutkan sebagai tempat para nabi. Kedudukan membutakan hati mereka. Merasa diri superior dan menganggap rendah orang lain.

Imam kepala adalah orang yang berkuasa. Mereka bertugas menjaga perdamaian dengan mengakomodasi berbagai keputusan Kekaisaran Roma. Mereka lebih peduli terhadap urusan politik daripada urusan agama.

Orang Farisi termasuk kelompok religius. Mereka menjaga tradisi dan Hukum Taurat dengan amat ketat. Itulah sebabnya mereka memisahkan diri dengan orang lain karena menganggap diri lebih "tinggi" dari kebanyakan orang. Ironisnya, mereka justru merupakan orang-orang yang tidak menyadari kehadiran Allah dalam diri Yesus.

Saya merenungkan kejadian di atas, apakah berlaku juga pada diri saya? Saya cukup aktif di gereja dengan melakukan beberapa pelayanan secara rutin. Kedudukan di kantorpun lumayan. Apakah saya menyadari kehadiran Yesus di sekeliling saya? Apakah "jabatan" membuat saya "buta" sehingga tidak merasakan kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari? Bisa saja Yesus hadir dalam diri anggota keluarga saya, teman komunitas, atasan di kantor, kolega, bahkan orang yang saya benci. Mereka adalah gambar dan rupa Allah sendiri. (Yo)

_Apakah saya menyadari kehadiran Yesus dalam diri orang lain, termasuk orang yang tidak saya suka?_

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar