Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Selasa,_ *16 April 2019*
Yes 49:1-6
Mzm 71:1-6,15,17
Yoh 13:21-33,36-38
*HIDUPKU DALAM RENCANA-MU*
_Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. -- Yes 49:1_
Ia lahir di Inggis pada 8 Januari 1942. Ia mempelajari ilmu fisika walaupun ayahnya lebih suka jika ia mendalami bidang pengobatan. Setelah lulus, ia meneliti kosmologi di Universitas Cambridge. Namun pada awal 1963 saat berulang tahun ke-21, ia didiagnosis _Amyotrophic Lateral Scierosis (ALS)_ -- suatu kondisi dimana sel-sel tertentu di dalam otak dan sumsum tulang mati secara perlahan, sehingga akan mengalami kelumpuhan.
Hidupnya diperkirakan bertahan dua tahun, tapi kenyataannya ia mampu bertahan hidup hingga usia 76 tahun. Ia terpaksa harus menggunakan kursi roda dan menjalani operasi _trakeostomi_ (membuat lubang dan memasukkan tabung untuk membantu kesulitan bernapas) yang membuatnya tidak mampu berbicara lagi. Namun sebuah alat yang dibuat oleh Universitas Cambridge dapat membantunya berkomunikasi dengan menggerakkan otot pipi.
Ia tidak pernah menyerah atas persoalan hidup yang dideritanya. Dalam akun _Facebook,_ ia menulis "Walaupun aku cacat parah, aku telah sangat sukses di bidangku. Aku telah berkelana jauh sampai ke Antartika dan _Easter Island,_ turun ke dalam kapal selam dan naik ke penerbangan tanpa gravitasi. Suatu hari, aku berharap dapat ke luar angkasa." Dia adalah _Stephen Hawking_
Tuhan punya rencana atas hidup kita masing-masing. Ia tidak menciptakan kita untuk akhirnya menjadi hancur. Sekalipun banyak badai dalam kehidupan kita, percayalah dan berharaplah kepada-Nya. Ia akan memberi solusi yang tepat untuk kita asal kita tidak menyerah. (Yo)
_Apakah saya mau tetap percaya akan rencana mulia dari Tuhan dalam segala penderitaan saya?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar