Kamis, 18 April 2019

#renungan

*TIADA KEBANGKITAN TANPA SALIB*

Jumat 19 Apr 2019

_`Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh` (Yes 53:5)_


Yesus berkata, `Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabatnya-sahabatnya` (Yoh 15:13). Hari ini Ia menunjukkan kepada kita arti dari perkataan-Nya. Ia memberikan diri sehabis-habisnya agar kita selamat. Sang Penebus harus wafat di kayu salib agar kita memperoleh kehidupan.

Peristiwa Salib merupakan misteri cintakasih Allah yang terbesar bagi manusia, sekaligus mengungkapkan `kengerian` akibat dosa yang dilakukan manusia. Betapa besar harga tebusan yang harus dibayar agar manusia tidak masuk ke dalam kematian kekal, karena upah dosa adalah maut, yaitu kematian kekal. Kristus menyelamatkan kita semua melalui penderitaan-Nya sampai wafat-Nya di atas kayu salib. Dengan demikian, Ia juga menunjukkan kepada kita bahwa tiada kebangkitan tanpa salib. Ia harus melalui salib untuk sampai kepada kebangkitan.

Salib merupakan tanda kemenangan. Dengan wafat di sana, Yesus membuktikan cinta Allah pada manusia. Cinta telah menang atas maut. Kurang apalagi cinta Allah kepada kita? Bukankah kita yang kurang dalam `mencintai` Allah? Mungkin, bagi kita salib sudah menjadi `orrnamen` belaka, penghias setiap ruangan rumah kita dan leontin kalung/ gelang kita, maka sejenak pandanglah salib dan temukan kedalaman maknanya!

*_Sr. M. Valentina, P.Karm_*

Jumat 19 Apr 2019
Hari Jumat Agung
Yes 52:13-53:12; Mzm 31:2.6.12-13.15-17.25; Ibr 4:14-16;5:7-9; Yoh 18:1-19:42

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar