Sabtu, 6 April 2019
Pekan IV Prapaskah
Yer. 11:18-20; Mzm. 7:2-3,9bc-10,11-12; Yoh. 7:40-53
St. Hieronimus (347-420), dalam Komentarnya pada Kitab Yesaya, menegaskan bahwa, "Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus" (PL 24,17; DV 25). Sebab, Kitab Suci adalah sumber utama untuk mengenal dan mengimani Kristus. Namun, kalau kita membaca Injil hari ini, ternyata Kita Suci juga bisa dipakai oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi untuk menolak dan untuk tidak percaya kepada Yesus. Bahkan orang-orang yang sebenarnya mulai percaya, yaitu mereka yang mengatakan, "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang" (ay.40) dan "Ia ini Mesias" (ay.41), juga dibuat ragu-ragu, bahkan tersesat (ay.40). Kalau demikian, bagaimana kita dapat menggunakan Kitab Suci sebagai sarana beriman, artinya untuk membantu kita semakin mengenal dan mengimani Yesus. Jawabannya ada pada Antifon Bait Pengantar Injil: "Orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan menyimpannya dalam hati yang baik akan menghasilkan buah dalam ketekunan". Ya, kuncinya adalah hati yang baik. Orang-orang Farisi, para ahli Taurat, dan para imam kepala tidak mampu menggunakan Kitab Suci untuk semakin mengenal dan mengimani Yesus karena mereka tidak mempunyai hati yang jahat: mereka mengeksploitasi Kitab Suci untuk membenarkan pemikiran dan tindakannya serta untuk memperjuangkan keinginannya. Sebaliknya, hati yang baik membuat sabda Tuhan tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang baik, yaitu iman, pengharapan dan kasih. Dengan hati yang baik: "Kitab Suci dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik" (2Tim 3,15-17).
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar