Senin, 01 April 2019

*SEBUAH PERCAKAPAN DI BANDARA*

Ketika menunggu keberangkatan pesawat, seorang profesor mengajak seorang ibu tua ber-cakap2. "Mau pergi ke Jakarta, Bu?"
"Iya nak, hanya transit di Cengkareng terus ke Singapura."

"Kalau boleh bertanya, ada keperluan apa Ibu pergi ke Singapura ?"
"Menengok anak saya yg nomor 2, istrinya melahirkan di sana"
"Putra Ibu kerja di mana?"
"Anak saya ini insinyur perminyakan, menjadi kepala kantor perusahaan minyak di Singapura."

"Berapa anak Ibu?"
"Anak saya ada 4, 3 laki. Yg bungsu perempuan dokter spesialis anak. Yg nomor 3 dosen Fakultas Ekonomi UGM."
"Kalau anak sulung ?"
"Dia petani, tinggal di Godean, menggarap sawah warisan almarhum bapaknya."

Sang Profesor tertegun, lalu dengan hati2 bertanya: "Tentunya Ibu kecewa kepada anak sulung ya Bu, kok tidak sarjana seperti adik2nya."

"Sama sekali tidak, nak. Malahan kami sekeluarga semuanya hormat kepada dia, karena dari hasil sawahnya dia membiayai hidup kami dan menyekolahkan semua adik2nya sampai selesai jadi sarjana."

*Tuhan tidak menilai apa dan siapa kita, tetapi apa yg kita lakukan*

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar