Minggu, 14 April 2019

Senin, 15 April 2019
Pekan Suci
Yes 42:1-7; Mzm 27:1-3.13-14; Yoh 12:1-11

Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Luar biasa yang dilakukan Maria ini. Ia rela mengorbankan minyak wangi miliknya yang mahal harganya untuk mengurapi Yesus. Yesus sendiri sudah menjelaskan maksudnya, yaitu untuk mempersiapkan hari penguburan-Nya (ay.7). Saya sendiri tertarik dengan pernyataan "bau minyak itu semerbak di seluruh rumah itu". Secara simbolis, tindakan Maria ini membuat Yesus semakin harum semerbak. Hal ini amat kontras dengan apa yang dilakukan orang-orang Yahudi, orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Mereka justru selalu berpikir buruk tentang Yesus, bahkan menyusun berbagai rencana untuk membunuh-Nya. Saat ini pun kita sering menjumpai adanya orang-orang yang dengan mudah menjelekkan dan mencemarkan orang lain. Bahkan orang yang jelas-jelas baik pribadi dan kinerjanya pun masih dijelek-jelekkan. Kita pun mungkin pernah berbuat demikian: mengorbankan orang lain dan mencemarkan mereka demi mendapatkan "keharuman" diri sendiri. Sikap dan tindakan Maria ini memberikan teladan bagi kita untuk berani berkorban demi keharuman nama orang lain. Lebih-lebih untuk memuji dan memuliakan Tuhan serta mengharumkan nama-Nya, kita pun harus berani berkurban waktu, tenaga dan hal-hal lain yang kita miliki.
--------
“Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
serta menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera” (Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar