*SIRAMAN ROHANI* Rabu, 03 April 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Yesus Kristus Dan Allah Bapa Adalah Satu!* Yohanes 5:17-30
Saudara-saudari...Seorang Bapa menceriterakan pengalaman hidupnya selama di penjara selama 10 tahun. Dengan penuh keyakinan ia katakan: “Saya sudah menyampaikan selamat tinggal kepada penjara dan para pegawai penjara. Di dalam penjara, di saat kebebasan saya dikontrol oleh orang lain, baru saya sadar, betapa pentingnya kebebasan itu. Dulu sewaktu saya masih muda saya manfaatkan salah arti kebebasan. Saya mencuri barang orang, memperkosa orang lain, merampok orang lain. Semua perbuatan itu sesungguhnya sudah menggiring saya ke penjara. Di dalam penjara, saya dibina apa artinya kebebasan yang bertanggungjawab. Pengalaman betapa pahitnya hidup dalam penjara menyadarkan saya akan pentingnya arti menghargai hak dan kebebasan orang lain. Saya sudah bertobat dan saya sadar apa artinya hidup. Sekarang saya selalu ingatkan anak-anak muda, supaya mengisi hidup dengan berbuat baik. Perbuatan baik akan mendatangkan kebahagiaan dan kenyamanan dalam hidup. Sebaliknya mengikuti kehendak pribadi dan merampok sesama, memperkosa orang lain akan mendatangkan malapetaka. Penjara dan siksaan sesungguhnya menanti anda di sana. Di sana baru anda sungguh sadar akan nilai sebuah kebebasan. Sekarang saya ngomong apa yang saya tahu dan alami sendiri. Barangsiapa yang percaya, bersyukurlah, tetapi bagi yang tidak percaya, nanti akan alami sendiri buah keburukannya! ”
Hari ini Yesus Kristus dengan penuh keyakinan katakan kepada para pendengar: “Aku berkata kepadaMu sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari dirinya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepadaNya segala seuatu yang dikerjakanNya sendiri. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendakiNya. “
Dari pernyataan ini, Yesus sungguh yakin dan percaya bahwa apa yang dibuatnya sesungguhnya direstui Bapanya. Bapa sungguh mengasihi Dia, dan segala kuasa sudah diserahkan kepadaNya. Yesus selalu melihat dirinya sebagai gambaran BapaNya sendiri. Lewat pelayananNya, Ia sudah secara sadar menjelmahkan cinta BapaNya kepada manusia. Ia sungguh tahu dan sadar bahwa BapaNya selalu bekerja dalam diriNya. Bapa yang bisa membangkitkan orang mati dan memberinya hidup, Yesus Kristus pun sudah diberi kuasa yang sama untuk membangkitkan dan menghidupkan orang mati. Bapa dan Yesus Kristus sesungguhnya satu. Yesus Kristus juga sudah katakan: “Barangiapa yang melihat Aku, melihat Bapa. Karena Aku dan Bapa adalah satu!”
Sewaktu Yesus Kristus menjelaskan hubungan kedekatannya dengan BapaNya kepada para pendengar, Ia menjelaskannya dengan penuh wibawa dan percaya diri. Ia bisa tampil demikian, karena Ia sungguh tahu apa yang dibicarakannya. Ia sendiri sudah alami BapaNya dan Ia sendiri sudah pernah tinggal bersama Bapa sebelum dunia dijadikan. Ia ngomong apa yang sudah pernah dialaminya sendiri. Sama seperti bapa yang ngomong tentang kehidupan di penjara. Ia dengan polos menjelaskan situasi hidup di penjara karena ia sendiri sudah mengetahuinya dan alaminya sendiri selama 10 tahun. Selama di penjara baru ia sadar akan nilai dari satu kebebasan. Di penjara ia merasa bahwa ia tidak punya kebebasan apa-apa. Segalanya diatur oleh orang lain.
Marilah saudara-saudari... Berilah diri kita secara total kepada Tuhan. Percayalah pada Yesus Kristus dan ikutilah ajaranNya. Apa yang diajarkannya tentang Perintah Bapanya kepada kita semuanya benar. Tidak ada kepalsuan yang keluar dari mulut Yesus Kristus. Ia, yang pernah hidup bersama dengan Bapa, dan sudah pernah hidup bersama kita di dunia, dan kini ada bersama BapaNya, semua ajaranNya adalah benar! Yesus Kristus dan Allah Bapa adalah satu!
Bersama Bunda Maria kita berdoa, Tuhan kuatkanlah iman kami akan Yesus Kristus dan semoga ajaranNya selalu kami ikuti dengan setia dan amalkan dalam hidup harian kami. Amen!
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar