*SIRAMAN ROHANI* Selasa, 16 April 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Jadilah Saksi Kristus Yang Setia Apa Pun Situasi Yang Dihadapi!* Yohanes 13:21 – 33.36-38
Saudara-saudari... Tanggal 4 Maret 2016, 4 suster dari konggregasi Muder Theresa dari Kalkuta yang bekerja di Yemen ditembak mati oleh kelompok ekstrim yang tidak berprikemanusiaan. Para suster ini bekerja di rumah jompo melayani para jompo yang hanya menanti waktu kapan Tuhan memanggil mereka. Paus Fransiskus menyapa para suster ini martir. Pada tanggal yang sama, seorang pastor katolik asal India dari Konggregasi Salesian diciduk oleh kelompok yang sama. Ia juga bekerja di wilayah yang sama di mana keempat suster itu ditembak mati. Mereka adalah saksi-saksi Kristus di zaman kita. Yesus Kristus tetap hidup dalam diri para saksiNya dan tetap setia pada Kristus apa pun situasi yang dihadapinya.
Saudara-saudari... Injil hari ini sungguh sangat menyedihkan. Yesus mengingatkan para muridNya bahwa di antara mereka ada yang akan mengkianati Dia. Sebagai pemimpin, Yesus sungguh merasa sedih karena muridNya sendiri rela menjual Gurunya.
Mendengar perkataan Yesus: “Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu,” Petrus langsung bereaksi dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, ke mana Engkau pergi?” Jawab Yesus: “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.” Kata Petrus kepadaNya: “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagiMu!” Mendengar pernyataan Petrus, Yesus langsung mengingatkan dia, kataNya: “Nyawamu akan kau berikan bagiKu? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Pasti Petrus sangat kaget mendengar peringatan Yesus. Mungkin dia sendiri tidak yakin bahwa ia akan menyangkal Yesus. Tetapi benarlah terjadi. Karena situasi yang sangat mendesak, sewaktu Petrus ditanya oleh para musuh Yesus, demi keselamatan dirinya, ia terpaksa menyangkal Yesus. Sesudah ayam berkokok, barulah ia sadar dan ingat kembali apa yang sudah diingatkan Yesus pada perjamuan terakhir. Dia sangat menyesal dan menangis memohon pengampunan Tuhan.
Kita bisa bayangkan perasaan Yesus pada waktu itu. Seorang muridNya menjual Dia dan seorang lagi menyangkal Dia. Tetapi walaupun demikian Yesus tetap mencintai mereka. Dia tetap menghargai kebebasan setiap pribadi. Yesus mengampuni Petrus yang menyesal akan perbuatannya dan kembali bergabung bersama para Rasul. Satu peringatan untuk kita, kalau kita jatuh, kembalilah kepada Kristus mempohon ampun. Janganlah mengikuti sikap Yudas, yang sesudah menjual Kristus, menyesal lewat membunuh diri. Jangan dikira dengan membunuh diri kita akan diampuni. Membunuh diri adalah dosa berat.
Sebagai murid Kristus, apakah kita selalu setia kepadaNya? Di saat kita ditantang oleh orang lain dalam hubungan dengan iman kita, apakah kita tetap secara jujur dan berani mengakui iman kita akan Yesus Kristus? Atau karena kekecewaan akan Tuhan, kita mengkianati Dia; atau karena ketakutan dan mau selamatkan diri kita menyangkal Yesus Kristus?
Marilah saudara-saudari... ikutilah sikap para martir yang sudah korbankan nyawanya dan sudah menjadi saksi Kristus yang setia. Tekunlah dalam iman dan cintailah Yesus Kristus dengan sepenuh hati.
Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan iman kita agar kita selalu berpegang teguh padaNya dan semoga kita pun selalu siap menjadi saksiNya yang setia walaupun kita ditantang dengan cara apapun.
Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar