Rabu, 15 Mei 2019

Kamis, 16 Mei 2019
Pekan Paskah IV
Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20

“Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya” – Yoh 13,17

Kalimat ini disampaikan Yesus segera setelah Ia membasuh kaki para murid sebagai perwujudan kasih dan kerendahan hati-Nya. Yesus mengajak kita pertama-tama untuk mengerti apa yang Dia lakukan, kemudian setelah mengerti melakukannya. Apa yang harus kita mengerti? Yaitu bahwa Yesus telah memberi contoh. Ia sedang menempatkan diri-Nya sebagai guru, yang tidak hanya mengajar tetapi juga menjadi teladan. Ia sungguh-sungguh seorang guru yang mesti kita "gugu dan kita tiru. Dia sendiri dengan tegas mengatakan: "Jika aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu" (Yoh13,14). Tentu, bentuk konkretnya tidak sebatas membasuh kaki, apalagi kalau itu hanya sekedar sebagai ritual, tetapi lebih luas lagi, yakni meliputi semua bentuk mengasihi dan melayani yang didasari oleh kerendahan hati. Tanpa kehendahan hati, semangat cinta kasih dan pelayanan tidak akan tumbuh dengan subur dan berbuah. Kita tahu bahwa kata “rendah hati” bahasa latinnya adalah “humus”, yang dalam bahasa pertanian dimengerti sebagai bagian tanah yang subur di mana biji atau tanaman bisa tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang lebat. Demikian pula, hanya dalam kerendahan hatilah dapat tumbuh dan berkembang segala macam keutamaan hidup yang lain, termasuk cinta kasih dan pelayanan. 

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar