Kencan Dengan Tuhan
Kamis, 2 Mei 2019
Bacaan: Filipi 1:22a "Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah."
Renungan:
Siti Rahmani Rauf adalah seorang guru sekaligus pencipta alat peraga untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Ia telah bekerja sebagai guru sejak tahun 1937. Setelah mendapat tawaran dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan telah pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah SDN Tanah Abang 5, Jakarta Pusat pada tahun 1976, beliau akhirnya mulai menulis buku peraga "Ini Budi." Ia menerima tawaran itu tanpa meminta bayaran. Semua dilakukan oleh beliau karena cintanya terhadap dunia pendidikan dan anak-anak Indonesia. Pada bulan Mei 2016, Siti Rahmani Rauf telah dipanggil Tuhan pada usia 97 tahun. Namanya memang tidak banyak dikenal, namun jasanya telah berguna bagi banyak anak Indonesia.
Hidup yang berarti bukan diukur dari seberapa banyak orang mengenal kita, melainkan seberapa banyak orang telah diberkati oleh keberadaan kita. Apalagi sebagai anak-anak Tuhan, pandangan kita seharusnya adalah, "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." (Yoh 3:30), sehingga bukanlah masalah bila kita tidak dikenal. Yang terpenting lakukanlah tugas kita untuk menghasilkan buah bagi Kerajaan Sorga, baik itu buah-buah dari pertobatan kita atau buah dari pelayanan berupa jiwa-jiwa. Kita bisa melakukan itu melalui apa saja, kapan saja dan di mana saja kita berada. Jadi janganlah membatasi peran kita dengan hanya berada di dalam gedung gereja, karena di luar sana masih ada banyak jiwa yang belum terjangkau dan belum mengenal Yesus.
Mari terus berkarya untuk memberi buah bagi Kristus. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, jadikanlah hidupku berarti bagi sesamaku. Aku rindu hidupku dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar