Sabtu, 25 Mei 2019

Minggu, 26 Mei 2019

*XXVI. SANTA PERAWAN MARIA, MEMPELAI ROH KUDUS*

1.Pada saat kita berdoa Rosario, kita melihat hubungan Maria dan Roh Kudus. Dalam hubungannya dengan Bapa, Maria adalah putri Allah Bapa.Dalam hubungannya dengan Putera, Maria adalah Bunda Allah Putera. Dalam hubungannya dengan Roh Kudus, Maria adalah mempelai Allah Roh Kudus.  Perlu kita pahami bahwa Gereja Katolik tidak pernah mengajarkan bahwa karena Maria melahirkan dari Roh Kudus, lalu artinya Maria “menikahi” Roh Kudus atau sebaliknya. Maria dipenuhi/dinaungi oleh Roh Kudus (Luk 1:35) seperti halnya tabut perjanjian yang ditutupi oleh awan kemuliaan Tuhan (Kel 40:34-38). Jadi konteksnya di sini adalah dipenuhinya Maria oleh Roh Kudus, sehingga Roh Kudus memampukan Maria untuk mentaati kehendak Allah.

2.Sebutan Maria sebagai mempelai Allah Roh Kudus menunjuk pada peranan khas Maria dalam peristiwa penjelmaan Allah Putra ketika menjadi manusia. Pewartaan kepada Maria membuka “kegenapan waktu” (Gal 4:4). Janji-janji terpenuhi, persiapan sudah selesai. Maria dipanggil supaya mengandung Dia, yang di dalamnya akan tinggal “seluruh kepenuhan ke-Allah-an secara jasmaniah” (Kol 2:9). Jawaban atas pertanyaan Maria, “Bagaimana mungkin hal itu akan terjadi karena aku belum bersuami?” (Luk 1:24), malaikat berkata: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Luk 1:35). Dalam Syahadat Para Rasul dikatakan, “... yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan maria.”

3.Roh Kudus menyiapkan Maria dalam karya agung Allah. Pada saat Maria mengandung Yesus dari Roh Kudus, Roh Kudus pula yang menuntun Maria untuk mengunjungi Elisabet. Sesudah wafat dan kebangkitan Yesus Kristus, Maria menyertai para murid dalam menantikan kedatangan Roh Kudus (Kis 1:12-14).

4.Sebutan Maria sebagai mempelai Roh Kudus bukan hanya  menunjuk hubungan khas Maria dengan Roh Kudus, melainkan juga hubungan Maria dengan Kristus dan Gereja. Dalam perutusan Roh Kudus pada waktu Pentakosta yang menyatakan awal Gereja, Maria bersama Gereja sehati dan bertekun dalam doa menantikan Roh Kudus. Kita patut bersyukur kapada Allah atas hal-hal agung yang diperbuat-Nya di dalam diri Maria dan Gereja yang telah memberi teladan kepada kita dalam peziarahan ini.
🇮🇩MS🇮🇩

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar