Sabtu, 04 Mei 2019

Minggu, 5 Mei 2019
HARI MINGGU PASKAH III
Kis. 5:27b-32,40b-41; Mzm. 30:2,4,5,6,11,12a,13b; Why. 5:11-14; Yoh. 21:1-19

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya. – Yoh 21,17

Mengasihi itu membutuhkan komitmen. Itulah makanya, untuk menguji komitmen Petrus, Yesus mengulang pertanyaan-Nya sampai 3x. Kita ingat bahwa sebelumnya Petrus telah mengatakan dengan gagah berani “Biarpun mereka semua terguncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak. … Sekalipun aku harus mati bersama Engkau, aku takkan meyangkal Engkau” (Mat 26,33.35). Namun, apa yang terjadi? Ia tidak bisa memegang komitmennya itu: Ia menyangkal Yesus sampai 3x (Mat 26,69-75). Yesus tentu ingat dengan penyangkalan Petrus ini, namun Ia tidak mau mengungkitnya. Ia justru memberikan kesempatan baru kepada Petrus untuk membuktikan komitmennya: apakah ia sungguh mengasihi-Nya. Dalam bahasa Yunani, untuk kedua pertanyaan pertama, Yesus menggunakan kata “agapao” sedangkan untuk yang ketiga “phileo”. “Agapao” menekankan dimensi rasio (akal budi) dan kehendak (hati) sedangkan “phileo” lebih menekankan sisi afeksi (jiwa), yakni kasih yang mendalam, penuh perasaan dan bersifat personal. Dengan demikian, 3x pertanyaan Yesus ini bukan bermaksud untuk mengungkit 3x penyangkalan Petrus tetapi untuk menegaskan komitmen Petrus bahwa Ia mengasihi Yesus dengan segenap hati, jiwa dan akal budi (Bandingkan dengan hukum kasih: Mat 11,37). Sebab, hanya dengan komitmen seperti itulah, ia akan mampu memikul tanggungjawab untuk dengan segenap kekuatannya menggembalakan domba-domba yang dipercayakan kepadanya, sebagaimana tampak dalam Kisah Rasul (bac I). 

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar