PERCIKAN HATI❤
🌟Renungan: Hari Minggu Paskah IV (Hari Minggu Panggilan – Tahun C/1-Putih)
(Kis. 13:14,43-52; Why.7:9;14b-17; Yoh. 10:27-30)
_*MEMBERI HIDUP*_
🙂Kerapkali rasa untuk menolong sesama, masih jauh dalam pikiran apalagi tindakan kita. Seakan-akan kita menganggap bahwa menolong orang lain itu bisa merugikan diri kita sendiri bahkan pun bisa mengurangi kesejahteraan kita. Hal sedemikian inilah yang membuat kita terarah pada sikap egois yang tak peduli akan orang lain. “Kehidupanku adalah tanggung jawabku dan kehidupanmu adalah urusanmu sendiri.” Pertanyaannya, dapatkah kita hidup tenang, dengan cara seperti ini?
🙂Sahabat, hari ini Yesus mengajak sekaligus mengajarkan kepada kita suatu nilai kehidupan yang sungguh-sungguh berbeda dengan nilai kehidupan yang ditawarkan oleh dunia. Karena sesungguhnya, Kehidupan yang ditawarkan oleh Yesus tidak bersifat sementara, tapi bersifat kekal yang abadi di dunia maupun di surga. Kalau kehidupan di dunia ini bisa dirampas oleh orang lain, sukacita dan kegembiraan bisa dipadamkan orang di sekitar kita, masa depan bisa dihancurkan oleh sesama kita, cita-cita kita bisa pupus gara-gara orang yang kita cintai. Namun kehidupan dari Yesus ini, tidak akan pernah dirampas oleh oleh siapapun juga dan tak akan pernah rusak.
🙂Karena kehidupan kekal yang ditawarkan oleh Yesus itu sama sekali tidak terikat dengan dunia, atau dengan harta benda. Kehidupan kekal yang ditawarkan oleh Yesus adalah suatu kehidupan yang terkait dengan surga, yakni suatu persekutuan abadi dengan Allah yang membawa kepada keselamatan di dunia menuju surga.
🙂Mari, bersama kita hidup tidak hanya untuk diri kita sendiri, karena sesungguhnya kehidupan yang ditawarkan oleh Yesus itu, tidak lepas dengan kasih yang kita berikan kepada sesama. Berikanlah perhatian kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Sekalipun itu adalah orang yang membenci kita, teruslah memancarkan kasih dan perhatian kita kepada mereka. Jadilah penolong bagi sesama kita, jadilah pemberi motivasi dan semangat bagi mereka, tawarkanlah solusi yang menghidupkan, dan rajutlah persekutuan dengan keluarga, Gereja, dan lingkungan masyarakat kita.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar