Rabu, 29 Mei 2019
Pekan VI Paskah
Kis. 17:15,22-18:1; Mzm. 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd; Yoh. 16:12-15
“Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” – Yoh 16,13
Selain berbicara tentang Roh Kudus dan Roh Penghibur, hari-hari ini Yesus juga berbicara tentang Roh Kebenaran. Semua istilah ini kiranya berbicara tentang pribadi yang sama, yakni Pribadi ketiga dalam Allah Tritunggal Mahakudus. Hanya saja penekanan pada peran atau penganugerahan rahmat yang berbeda: menguduskan, memberi penghiburan, dan membimbing kepada kebenaran. Dalam Injil hari ini, Yesus memberi penekanan pada peran Roh Kudus sebagai pemimpin kepada kebenaran. Maka, Ia disebut sebagai Roh Kebenaran. Nah, sekarang, apa dan siapakah kebenaran yang dimaksudkan di sini? Dalam filsafat, setidaknya ada 4 teori kebenaran, yaitu Korespondensi, Koherensi, Pragmatik, dan Performatik. Masing-masing teori memberikan kriteria tentang kebenaran. Teori korespondensi memandang bahwa kebenaran adalah kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan. Dengan kata lain, yang benar adalah yang sesuai kenyataan. Teori koherensi memandang bahwa kebenaran adalah kesesuian antara suatu pernyataan dengan pernyataan-pernyataan lain yang telah diterima atau diakui sebagai kebenaran. Dengan kata lain, yang benar adalah yang sesuai dengan yang umum, yang lazim, dan yang sudah diterima. Teori Pragmatik menyamakan kebenaran dengan kegunaan: yang benar adalah yang berguna dan memberi manfaat baik kepada diri sendiri, orang lain, maupun masyarakat. Teori performatik mengaitkan kebenaran dengan otoritas: yang benar adalah apa yang dikatakan, diputuskan dan diajarkan oleh pemengang otoritas, entah itu agama, masyarakat, komunitas atau pemerintahan. Sebenarnya masih ada satu lagi teori kebenaran, yakni Teori Paradigmatik. Namun, untuk menjadi orang benar, atau untuk menjadi orang yang hidup secara benar, kiranya keempat kriteria tersebut sudah cukup. Tentu tidak mudah bagi kita untuk hidup sebagai orang benar sesuai dengan kriteria-kriteria di atas. Kita amat rapuh. Maka, kita membutuhkan penolong, yakni Roh Kebenaran. "Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh 16,13)
Selain itu, bagi kita, masih ada satu lagi kebenaran mutlak, yakni Yesus Kristus sendiri. Dia sendiri mengatakan: “Akulah jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh 14,6). Maka, bagi kita pengikut Kristus, kebenaran adalah hidup bersama dan bersatu dengan Kristus, Sang Kebenaran sejati. Kita akan menjadi orang benar, jika kita hidup bersama dan bersatu dengan Kristus. Untuk sampai pada kesatuan dengan Kristus ini pun, kita juga tidak mudah. Kita amat rapuh. Maka, kita membutuhkan penolong, yakni Roh Kebenaran. "Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh 16,13). Roh Kudus membimbing kita untuk mampu hidup bersama dan bersatu dengan Kristus. Oleh karena itu, marilah kita semakin membuka diri pada bimbingan Roh Kudus.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar