#renungan
*ALLAH TIDAK MUNGKIN SALAH*
Sabtu 11 Mei 2019
_`Jawab Simon Petrus kepada-Nya: `. Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.` (Yoh 6:68-69)_
Seorang anak balita (bawah lima tahun) mengamati hujan yang sedang turun. Dia menengok ke langit un- tuk melihat dari mana datangnya tetesan-tetesan air ini. Ia pun bertanya, `Papa, dari mana datangnya air hujan ini?` Si ayah menjawab bahwa di Surga ada malaikat sedang me- nyiram bunga, maka turunlah hujan. Si anak pun kagum dan percaya penuh apa yang dikatakan ayahnya. Baginya, ayah- nya `maha tahu` dan pasti selalu benar. Dia percaya penuh kepada pribadi ayahnya, maka dia juga percaya pada apa saja yang dikatakan si ayah.
Mari kita bercermin pada si anak balita ini. Apakah kita mempunyai kepercayaan kokoh kepada pribadi Yesus se- hingga kita pun mempercayai semua yang dikatakan-Nya? Petrus memiliki kepercayaan kepada pribadi Yesus ini. Ia percaya dan mengenali Yesus sebagai `Yang Kudus dari Allah`, sebagai `Mesias, Anak Allah yang hidup` (Mat 16:16), sehingga ia percaya penuh bahwa semua perkataan Yesus pasti benar. Ia percaya perkataan Yesus adalah `per- kataan hidup yang kekal`, walaupun pastilah dengan akal budinya tidak semua perkataan-Nya bisa ia mengerti. Misal- nya, sabda-Nya bahwa tubuh-Nya adalah makanan (bdk. Yoh 6:55). Percayakah kita `Allah tidak mungkin salah`?
*_Sr. M. Andrea, P.Karm_*
Sabtu 11 Mei 2019
Kis 9:31-42; Mzm 116:12-17; Yoh 6:60-69
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar