#renungan
*ROTI CINTAKASIH YANG MENGHIDUPKAN*
Jumat 10 Mei 2019
_`Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku` (Yoh 6:57)_
Hidup di dunia ini hanya sementara, kemudian kita ma- suk dalam kekekalan, entah kehidupan kekal, entah kematian kekal. Jadi, apa yang kita lakukan di dunia ini ha- rus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. St. Yohanes Salib mengatakan, `Pada senja hidup kita, kita akan diadili berdasarkan cintakasih.` Yang Tuhan nilai dari diri kita bu- kanlah besar dan hebatnya pikiran, perkataan, dan perbu- atan kita, tetapi kasih yang mendasarinya.
Tuhan memanggil kita untuk hidup kudus (bdk. 1Tes 4:7) dan kekudusan itu hanya dapat dibuktikan dengan ka- sih yang kita lakukan setiap hari. Kita rapuh dan lemah (lih. Yoh 15:5), maka kita membutuhkan Tuhan, Sang Cintakasih. Yesus adalah Roti Cintakasih yang menghidupkan kita dan memberikan cinta kepada kita serta memampukan kita me- lakukan segala sesuatu demi cinta kepada-Nya. Tubuh dan darah-Nya kita makan dan minum. Ini berarti Ia sungguh menyatu dengan kita dan menjiwai seluruh ada kita. Kita di- jadikan pribadi yang penuh cinta. Maka, benarlah yang di- katakan Yesus, ` barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku` (Yoh 6:57).
Perayaan Ekaristi adalah puncak, pusat, dan sumber hidup kita. Diperlukan iman yang hidup, cinta yang besar, dan pengharapan yang kuat dalam mengikuti Misa sehing- ga Yesus sungguh menghidupi diri kita dan akhirnya, bersa- ma St. Paulus, kita bisa berkata, `Bukan aku lagi yang hi- dup, tetapi Yesus yang hidup dalam diriku` (bdk. Gal 2:20).
*_Sr. M. Dominique Savio, P.Karm_*
Jumat 10 Mei 2019
Kis 9:1-20; Mzm 117:1-2; Yoh 6:52-59
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar