#renungan
*SALIB PASTI ADA*
Sabtu 25 Mei 2019
_`Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu` (Yoh 15:18)_
Satu kenyataan yang menyedihkan dan terkadang sulit diterima adalah kenyataan bahwa kebencian juga bisa menyelusup masuk ke dalam keluarga, komunitas Katolik, bahkan biara. Sering terjadi, seseorang dengan niat baik untuk melayani Tuhan dan mendekatkan diri kepada-Nya masuk bergabung ke sebuah komunitas/ organisasi Katolik. Ia berpikir ia akan bergabung dengan kumpulan `para malaikat` yang penuh cintakasih seperti di Surga. Akan tetapi, kemudian ia terkejut karena menghadapi fakta-fakta yang memrihatinkan: iri hati, persaingan, dll. Jika ia tidak melihat dengan iman bahwa Tuhan bekerja di dalam semuanya itu untuk mendatangkan kebaikan (bdk. Rm 8:28), a.l. untuk menguduskan dirinya, membuatnya bertumbuh dalam ka-sih, dsb., maka ia tidak akan bertahan.
Setiap orang yang mencintai Yesus dan mau menyerupai Dia tidak menolak yang namanya `salib`. Menurut St. Teresa Avila, ukuran yang dipakai untuk mengukur kemampuan kita dalam memanggul salib adalah cinta. Baginya salib merupakan penghiburan dalam segala sesuatu. St. Petrus pun berkata, `, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus,` (1Ptr 4:13). Ia juga katakan jika seseorang `menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu` (1Ptr 4:16).
Yesus, berilah aku rahmat untuk tidak mudah menyerah bila ada kesulitan, namun tetap berserah diri se-utuhnya kepada-Mu.
*_Sr. M. Cornelia, P.Karm_*
Sabtu 25 Mei 2019
Pw S. Maria Magdalena de Pazzi, Prw
Kis 16:1-10; Mzm 100:1-3.5; Yoh 15:18-21
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar