Jumat, 10 Mei 2019

Sabtu, 11 Mei 2019
Pekan III Paskah
Kis. 9:31-42; Mzm. 116:12-13,14-15,16-17; Yoh. 6:60-69.

"Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal” –Yoh 6,68

Sabda Tuhan, kadang memang keras, bahkan juga sulit dimengerti. Hal ini seringkali menjadi godaan bagi kita untuk tidak mau membaca dan merenungkannya. Kita ingin menghindar dan pergi sari sabda Tuhan. Maka, sikap Petrus ini layak kita jadikan teladan. Dia bukanlah orang yang tidak mengalami betapa kerasnya sabda Tuhan. Yesus pernah berkata pada-Nya “Enyahlah Iblis!” (Mat 16,23), persis karena Ia tidak mampu mengerti apa yang Ia katakan sehingga salah memberi tanggapan. Meskipun demikian, ia percaya bahwa sabda Tuhan adalah perkataan hidup yang kekal. Bapa-Bapa Gereja menganalogikan sabda Tuhan dengan makanan. Ada makanan yang rasanya tidak enak di mulut tetapi justru menyehatkan. Ada makanan yang kita tidak tahu nama, bahan dan bumbunya (beberapa makanan Itali yang sering saya makan, saya ndak tahu namanya). Kita juga mudah lupa telah makan apa saja: hari ini minggu lalu, tanggal ini bulan lalu, dst. Kita tidak ingat, apalagi apa yang kita makan tahun lalu. Namun, meski rasanya tidak enak, meski kita tidak tahu nama, bahan dan bumbunya, meski kita lupa apa yang telah kita makan, dengan memakannya kita hidup, sehat dan punya energi. Demikianlah sabda Tuhan, meski kadang terasa keras atau hambar, tidak kita mengerti dan mudah kita lupakan, namun kalau kita tekun membaca dan merenungkannya, kita akan mendapatkan hidup serta energi darinya.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar