Minggu, 12 Mei 2019

Senin, 13 Mei 2019

*XIII. DOGMA GEREJA: BUNDA MARIA TETAP PERAWAN*

Iman Katolik tidak meragukan bahwa Yesus menjelma menjadi manusia oleh kuasa Roh Kudus di dalam rahim Maria, tanpa keterlibatan benih dari laki-laki. Lahirnya Kristus dari seorang perawan, menjadi salah satu tanda ke-Allah-an Yesus, sebab tidak pernah ada dalam sejarah manusia, seorang manusia lahir dari seorang perawan tanpa campur tangan benih laki-laki. Pertanyaannya: apakah pada saat dan setelah melahirkan, Bunda Maria tetap perawan?

Gereja Katolik mengajarkan sebagai dogma bahwa Bunda Maria tetap perawan, sebelum, pada saat dan sesudah melahirkan Yesus. Konsili Lateran tahun 649: “Maria mengandung tanpa kerusakan apapun pada keperawanannya, yang tetap tidak terjamah bahkan setelah kelahiran-Nya.”  Walaupun tidak dinyatakan secara eksplisit dalam Kitab Suci, namun hal ini dapat diketahui setidaknya melalui beberapa prinsip ini:

1. Allah menguduskan secara  istimewa hal-hal yang berkenaan dengan tempat kediaman-Nya. Allah menguduskan tabut Perjanjian Lama yang berisikan manna, kedua loh batu dan tongkat imam Harun (Kel 25-31; Ibr 9:4), terlebih lagi Ia pasti menguduskan Maria, yang adalah tabut Perjanjian yang Baru yang mengandung Yesus Sang Roti Hidup (Yoh 6:35), Firman yang menjadi daging (Yoh 1:14), dan Sang Imam Agung (Ibr 8:1).

2. Ketika Maria menerima kabar gembira, ia berkata: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku tidak bersuami?” Ia sudah bertunangan dengan Yusup.

3. Dikatakan dalam Kitab Suci, bahwa Yusup adalah “seorang yang tulus hati” (Mat 1:19); ia juga adalah seorang yang takut akan Tuhan sehingga ia selalu taat akan kehendak Tuhan yang dinyatakan kepadanya lewat mimpi (Mat 1:24; 2:14).

4. Keperawanan Maria inilah yang semakin menunjukkan ke-Allah-an Yesus. Adalah tidak mungkin, menurut St. Agustinus, bahwa Yesus yang datang dengan maksud untuk memulihkan manusia dari kerusakan dosa, malahan merusah keutuhan ibu-Nya sendiri pada saat kedatangannya. Maka kedatangan Kristus ke dunia tidak mengganggu keperawanan ibu-Nya sama seperti ketika kebangkitan-Nya. Yesus juga tidak mungkin merusak pintu yang terkunci.

5. Fakta dalam Injil menyatakan bahwa tidak mungkin Maria mempunyai anak-anak lain selain Yesus. Pada saat Yesus hilang di bait Allah, tidak dikisahkan adanya ‘adik-adik’ Yesus. Sebab jika Yesus mempunyai adik-adik, maka kepada merekalah mestinya Yesus mempercayakan ibu-Nya sebelum wafat-Nya, dan bukan kepada Yohanes rasul-Nya (Yoh 19:26-27).

Beberapa teks Kitab Suci dapat dipakai sebagai dasar:

Luk 1:34 – “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”

Yeh 44:2 – “Pintu gerbang ini harus tetap tertutup, jangan dibuka dan jangan seorang pun masuk dari situ, sebab Tuhan, Allah Israel, sudah masuk melaluinya; karena itu gerbang itu harus tetap tertutup.”

Luk 2:41-51 – Pada saat Yesus hilang di bait Allah, tidak dikisahkan adanya ‘adik-adik’ Yesus.

Yoh 19:26-27 – Sebelum wafat-Nya, Yesus mempercayakan Maria, ibu-Nya, kepada rasul Yohanes, karena Ia tidak mempunyai adik-adik atau saudara kandung.
🇮🇩MS🇮🇩

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar