Minggu, 05 Mei 2019

Senin, 6 April 2019
Pekan Paskah III
Kis. 6:8-15; Mzm. 119:23-24,26-27,29-30; Yoh. 6:22-29.

"Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."

Percaya bukanlah sekedar keyakinan dan pengakuan. Bukan sekedar ungkapan kata-kata "Aku Percaya". Percaya adalah pekerjaan! Bahkan, Yesus menegaskan bahwa percaya merupakan pekerjaan yang dikehendaki Allah dan menghasilkan 'makanan' yang tidak binasa melainkan yang bertahan sampai ke hidup yang kekal. Apa maksudnya? Kata-kata St. Yakobus berikut ini kiranya memberi pencerahan: “Iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong … dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna … Iman tanpa perbuatan adalah mati” (Yak 2,20.22.26). Lalu, Yesus sendiri juga mengatakan: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Mat 7,21). Dengan demikian, menjadi jelas bahwa percaya bukanlah sekedar seruan tetapi pekerjaan. Percaya berarti melakukan pekerjaan seperti yang dikerjakan oleh yang kita percayai. Yesus begitu mengasihi kita dengan memberikan rahmat-Nya, dengan mengampuni dosa-dosa kita, dan dengan mengorbankan diri-Nya untuk keselamatan kita. Oleh karena itu, percaya kepada-Nya berarti juga mesti melakukan seperti yang Dia lakukan, yakni mengasihi, mengampuni dan rela berkorban untuk sesama.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar