Senin, 20 Mei 2019

*SIRAMAN ROHANI*                                                                                                                           Selasa, 21 Mei 2019                                                                                                                             RP Fredy Jehadin, SVD

*Tema:  Damai Sejahtera Kutingggalkan Bagimu!*                                                                                              Yohanes 14:27- 31a

Saudara-saudari... Pernahkah anda mengalami rasa damai dalam hati walaupun anda ditantang? Dan sesudah anda keluar dari tantangan itu, apakah anda masih berani menjalankan pekerjaan, yang menurut anda bahwa pekerjaan itu ada perintah Tuhan?

Dalam bacaan pertama hari ini, yang diambil  Kisah Para Rasul: 14:19-28, kita mendengar bagaimana Paulus dan Barnabas ditantang oleh orang Yahudi di Listra. Mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya keluar kota. Orang menyangka, dia sudah mati, karena itu mereka tinggalkan dia di sana. Kemudian para murid-murid berdiri mengelilingi dia, bangkitlah dia lalu masuk ke kota. Keesokannya ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe mewartakan Injil lalu kembali lagi ke Listra. Paulus sama sekali tidak merasa takut. Dia mengalami rasa damai dalam hatinya. Dia tetap fokus pada pekerjaannya yaitu mewartakan Injil Tuhan. Paulus sanggup menjalakan semuanya ini karena ia sudah mendapat kekuatan dari Tuhan. Hati dan pikirannya sudah dipenuhi dengan rasa damai. Damai sejahtera itu sudah tinggal di dalam hati dan pikiran Paulus. Apapun bentunya tantangan dari luar, ia tetap sanggup menghadapi semuanya dengan tenang. Dia tidak lari.

Saudara-saudari...Pada malam perpisahan, Yesus memberi amanat kepada para murid-muridNya. Katanya: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepada-Mu, dan apa yang kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.”  Apa itu damai sejahtera? Apakah itu berarti keadaan tanpa perang dan kebencian? Damai sejahtera yang diberikan Yesus adalah satu kekuatan dari dalam, yang dimiliki oleh mereka yang menyatu dengan Tuhan secara rohani. Karena kekuatan dari dalam itu maka apa pun bentuk tantangan dari luar mereka akan tetap menghadapinya dengan tenang dan mereka tidak akan melawannya, sebaliknya mereka akan tetap menyuarahkan kebenaran. Kita ingat St. Stefanus, walaupun dirajam dengan batu, ia tetap memuji Tuhan dan mewartakan Kristus. Demikian pun St. Paulus, yang kisahnya kita dengar hari ini. Ia diseret sampai orang mengira sudah mati, tetapi besoknya ia tetap melanjutkan tugas pewartaannya. Itulah kekuatan damai sejahtera yang diberikan Kristus. Menurut manusia biasa, siksaan yang luar biasa itu sesungguhnya sudah menghancurkan rasa damai dalam hati, tetapi bagi mereka yang sudah menerima damai sejahtera dari Kristus, yang selalu menyatu dengan Tuhan, apapun tantangan fisik yang dihadapi tidak akan mengganggu keadaan bathinnya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga sudah mengalami damai sejahtera?  Kalau kita sudah mengalaminya, terpuji Tuhan! Tetapi kalau kita belum mengalaminya, maka marilah kita memohon kepada Kristus agar Ia memberi kita damai sejahtera itu ke dalam hati dan pikiran kita.

Kita juga memohon Bunda Maria, yang sudah mengalami damai sejahtera seumur hidupnya, untuk mendoakan kita, sehingga kita pun selalu sabar dan tetap merasa aman dan damai dalam hati walaupun kita ditantang. Amen!

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar