Sabtu, 29 Juni 2019

Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Minggu,_ *30 Juni 2019*

*Hari Minggu Biasa XIII*

1Raj 19:16b,19-21
Mzm 16:1-2a,5,7-11
Gal 5:1,13-18
Luk 9:51-62

*KEBEBASAN YANG SEJATI*

_Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.  -- Gal 5:13_

Kebebasan adalah suatu pesan yang terkandung dalam Injil, seperti kebebasan dari perbudakan dosa dan dari ancaman maut akibat dosa. Namun banyak orang yang salah mengartikan kebebasan menjadi kebebasan yang kelewat batas. Bebas mereka artikan sebagai semau saya.

Hal ini banyak terjadi terutama di negara-negara Barat, maupun negara yang dipengaruhi oleh budaya Barat yang tidak sehat. Kebebasan yang seperti itu bukanlah arti kebebasan yang sejati.

Kebebasan diri kita tentu juga dibatasi oleh kebebasan yang dimiliki oleh orang lain. Tak mungkin kita bisa bebas semau kita, karena kitapun tidak ingin orang lain bersikap seperti itu. Oleh karena itu, kebebasan dibatasi oleh aturan, norma, budaya, dan hukum yang berlaku. Ada batasan dari keterbatasan seseorang demi melindungi kebebasan yang dimiliki oleh orang lain.

Terlebih lagi, "...seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" (Galatia 5:14). Maka kebebasan yang kita punya sebenarnya adalah kebebasan untuk mencintai, melayani, berbuat baik, dan menolong sesama.

Jadi tidak ada yang namanya bebas tanpa batasan, karena kita hidup dalam lingkungan yang dipengaruhi oleh bermacam-macam hal. Marilah kita memperjuangkan kebebasan yang sejati dengan berpegang pada firman-Nya dan gereja-Nya. (Aw)

_Apakah kebebasan yang saya miliki sudah saya gunakan dengan benar dan berguna bagi sesama?_

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar