Minggu,23 Juni 2019
HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS
Kej. 14:18-20; Mzm. 110:1,2,3,4; 1Kor. 11:23-26; Luk. 9:11b-17.
“Kamu harus memberi mereka makan” (Luk 9:13)
Hari ini kita merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Di beberapa paroki, kesempatan ini juga digunakan untuk penerimaan komuni pertama. Komuni suci yang kita terima dan kita santap setiap kali merayakan Ekaristi adalah wujud nyata cinta Tuhan yang senantiasa memelihara kita dengan memberi kita makanan bagi jiwa kita. Bacaan Injil, meskipun tidak berbicara secara langsung tentang Ekaristi, namun dengan jelas menunjukkan kepada kita betapa Tuhan sangat mencintai umat-Nya dengan memberi makan secara berkelimpahan. Bahkan, tindakan yang dilakukan oleh Yesus dengan "mengambil lima roti dan dua ikan, menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak", (Luk 9,16), sama persis dengan yang dibuat oleh Imam dalam Doa Syukur Agung dan komuni.
Lebih dari itu, kata-kata Yesus dalam bacaan Injil, juga mengandung suatu perintah yang amat tegas untuk kita semua: “Kamu harus memberi mereka makan” (Luk 9:13). Ia menghendaki agar setelah menerima pemberian diri-Nya, kita juga berbagi kepada sesama. Sebagaimana Kristus telah mengorbankan diri bagi kita supaya kita mendapat bagian dalam kehidupan-Nya yang ilahi dan mulia, kita diharapkan juga mau berbagi “lima roti dan dua ikan”. Artinya, kita diundang untuk menyerahkan kepada-Nya apa pun yang kita miliki – waktu, tenaga, pemikiran, keterampilan, pengetahuan, harta kekayaan, dll – meskipun hanya sedikit, agar Ia mengambilnya, lalu memberkati, kemudian membagi-bagikanya dan memberikannya kepada banyak orang, seperti yang Ia lakukan atas lima roti dan dua ikan itu (Luk 9:16).
Hidup yang diberkati Tuhan dan dibagi-bagikan inilah yang seringkali disebut sebagai hidup yang ekaristis. Jadi, menghayati hidup yang ekaristis itu bukan sekedar rajin dan tekun merayakan Ekaristi, tetapi menjadi seperti roti ekaristi yang diberkati, dipecah-pecah, dan dibagikan kepada sesama. Itulah mengapa, setiap kali kita mengakhiri Perayaan Ekaristi, setelah menerima berkat Tuhan, kita semua diutus. Diutus untuk apa? Diutus untuk berbagi berkat, berbagi hidup, berbagi waktu, tenaga, pemikiran, keterampilan, pengetahuan, harta kekayaan, dll demi kesejahteraan dan keselamatan sesama.
Semoga, Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang kita rayakan ini semakin mendorong kita untuk hidup secara ekaristis. Kita semakin mengerti makna Ekaristi, khususnya komuni kudus. Kita semakin rajin dan setia merayakan Ekaristi serta menghayatinya dengan lebih baik. Kita semakin mampu berbagi dan berkorban, sebagaimana Kristus telah mengorbankan diri-Nya dan berbagi hidup ilahi kepada kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar