#renungan
*DEMI CINTA*
Sabtu 15 Jun 2019
_`Dan Kristus telah mati ` (2Kor 5:15)_
Betapa kita harus bersyukur menyadari kebesaran kasih Kristus yang telah mati dan dibangkitkan untuk kita. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatnya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan. Pemazmur mengatakan, `Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku` (Mzm 51:7). Namun, demikian banyaknya orang yang tidak menyadari anugerah besar ini, meskipun ia mengaku sebagai pengikut Kristus. Hidup asal hidup saja atau hidup hanya untuk mengejar kenikmatan diri sendiri, bahkan mungkin ada yang tidak tahu untuk apa sebenarnya dia hidup? Kita hidup untuk Dia. Karena kasih Kristus yang menguasainya, St. Paulus menjadi rasul utusan Kristus yang tidak kenal lelah mewartakan Injil ke seluruh dunia. Bagaimana dengan kita?
St. Theresia Lisieux memberi panduan bagaimana kita bisa `hidup untuk Dia` melalui `Jalan Kecilnya` yang sederhana, yaitu dengan melakukan segala sesuatu demi cinta kepada Yesus. Misalnya, dalam hidup sehari-hari seorang ibu yang menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya, ia bisa menyertakan cinta kepada Yesus dan mempersembahkan perbuatan sederhana itu kepada Yesus. Begitupun seorang bapak yang bekerja untuk keluarganya, seorang anak yang tekun belajar, seorang perawat yang tetap tersenyum melayani, meskipun si pasien sangat menjengkelkan. Singkatnya, semuanya`kecuali dosa`dapat kita persembahkan kepada Yesus, demi cinta kepada-Nya. Maukah kita melakukannya?
*_Sr. M. Clara, P.Karm_*
Sabtu 15 Jun 2019
2Kor 5:14-21; Mzm 103:1-4.8-9.11-12; Mat 5:33-37
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar