Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Kamis,_ *13 Juni 2019*
*St. Antonius dari Padua*
2Kor 3:15 - 4:1,3-6
Mzm 85:9-14
Mat 5:20-26
*BERDAMAILAH*
_Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. -- Mat 5:24_
Perselisihan dan keributan sering terjadi di antara kita. Antar saudara, teman, sahabat, bahkan suami dan istri. Semua dapat terjadi karena kita masing-masing memiliki perbedaan latar belakang dan pemikiran. Ditambah lagi dengan lingkungan dan situasi yang tidak mendukung. Tekanan pekerjaan yang membuat lelah atau suasana hati yang sedang buruk, terkadang membuat seseorang menjadi mudah marah, sehingga menyakiti orang lain.
Jika sudah ada yang tersakiti, rasanya sulit sekali untuk berdamai. Lebih baik menghindar dan tidak bertegur sapa. Di samping sebagai alasan agar tidak berselisih lagi, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa kita sedang marah kepadanya.
Dalam bacaan hari ini kita diingatkan walaupun kita melakukan sesuatu yang baik, tetapi jika ada hal yang belum kita selesaikan dengan sesama, kita diminta untuk lebih dulu menyelesaikannya dan berdamai. Memang, prakteknya jauh lebih sulit dari sekedar teori walaupun kita tahu kebenarannya. Namun, itulah perjuangan dan seni dalam hidup ini. (Md)
_Sulitkah saya berdamai dengan orang yang menyakiti saya?_
Salam Damai KristusRenungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Kamis,_ *13 Juni 2019*
*St. Antonius dari Padua*
2Kor 3:15 - 4:1,3-6
Mzm 85:9-14
Mat 5:20-26
*BERDAMAILAH*
_Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. -- Mat 5:24_
Perselisihan dan keributan sering terjadi di antara kita. Antar saudara, teman, sahabat, bahkan suami dan istri. Semua dapat terjadi karena kita masing-masing memiliki perbedaan latar belakang dan pemikiran. Ditambah lagi dengan lingkungan dan situasi yang tidak mendukung. Tekanan pekerjaan yang membuat lelah atau suasana hati yang sedang buruk, terkadang membuat seseorang menjadi mudah marah, sehingga menyakiti orang lain.
Jika sudah ada yang tersakiti, rasanya sulit sekali untuk berdamai. Lebih baik menghindar dan tidak bertegur sapa. Di samping sebagai alasan agar tidak berselisih lagi, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa kita sedang marah kepadanya.
Dalam bacaan hari ini kita diingatkan walaupun kita melakukan sesuatu yang baik, tetapi jika ada hal yang belum kita selesaikan dengan sesama, kita diminta untuk lebih dulu menyelesaikannya dan berdamai. Memang, prakteknya jauh lebih sulit dari sekedar teori walaupun kita tahu kebenarannya. Namun, itulah perjuangan dan seni dalam hidup ini. (Md)
_Sulitkah saya berdamai dengan orang yang menyakiti saya?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar