Selasa, 11 Juni 2019

Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Rabu,_ *12 Juni 2019*

2Kor 3:4-11
Mzm 99:5-9
Mat 5:17-19

*TEMBOK CHINA*

_...tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.  -- Mat 5:19_

Tahun lalu saat saya menjadi pagar doa dalam sebuah acara, tiba-tiba tangan kiri saya menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan. Saya meminta teman untuk mendoakan. Puji Tuhan, secara perlahan tangan saya bisa digerakkan kembali. Tetapi malam harinya, ketika saya berdoa, saya merasakan kejanggalan atas kejadian tersebut. Saya merasa ada sesuatu yang hendak Tuhan sampaikan kepada saya, tetapi saya belum mengerti maksud Tuhan.

Keesokan harinya saat Kebangunan Rohani, saya mendengar Tuhan mengatakan kepada saya untuk mengampuni pembantu saya. Saya jadi teringat akan peristiwa tangan kiri saya. Ternyata tanpa saya sadari, saya masih menyimpan rasa sakit hati terhadap pembantu saya yang menyebabkan tangan kiri saya patah saat saya terjatuh dari ayunan di usia TK. Dan pembantu itu kabur.

Kejadian itu juga membuat trauma bagi saya sehingga sikap saya terhadap pembantu di rumahpun menjadi berbeda. Saya belum bisa menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga saya dan menjaga jarak. Hal ini diketahui kakak sepupu saya dan ia menegur saya. Ia mengatakan, antara saya dan pembantu seolah ada Tembok China.

Saya bersyukur Tuhan mengingatkan sekaligus menyadarkan saya agar tidak membedakan orang. Saya diajar untuk bisa mengasihi mereka dengan tulus. Seperti dalam Injil hari ini, Tuhan menegur kita agar kita melakukan perintah-Nya. (Ar)

_Apakah saya masih membedakan orang?_

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar