#renungan
*KOMITMEN YANG PENUH*
Jumat 14 Jun 2019
_`Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami` (2Kor 4:7)_
Elisa sedang membajak ladangnya saat Tuhan memanggilnya menjadi nabi. Elia melemparkan jubahnya kepada Elisa sebagai tanda untuk mengikutinya. Tanpa berpikir panjang atau pun mengambil jalan aman, Elisa segera menjawab `ya` terhadap panggilan Tuhan melalui Elia. Sepanjang masa hidup Elisa sebagai nabi, tidak ditemukan satu pun kisah yang mencemarkan namanya, bahkan karena keterlibatannya, bangsa Israel dapat menghindari banyak malapetaka. Elisa selalu tampil sebagai penasihat dan pengayom negara, baik dalam hal politik maupun ekonomi. Kisah hidupnya sungguh menunjukkan sebuah komitmen yang luar biasa untuk melayani Allah. Tidak heran, ia dapat membawa perubahan positif bagi sesama.
Begitu pula Paulus. Ia menyatakan bahwa meskipun ditindas, ia tidak terjepit dan sekalipun dihempas, ia tidak binasa. Ini menunjukkan bahwa kekuatan yang melimpah itu berasal dari Allah, bukan dari dirinya sendiri.
Yesus menghendaki kita memiliki komitmen total dan utuh dalam mengikuti-Nya. Artinya, kita perlu setiap saat mengikuti-Nya dengan seluruh tubuh kita (termasuk mata, tangan, dll.) sampai ke kedalaman hati kita (bdk. Mat 5:29.30). Tidak boleh ada keinginan jahat dalam hati (bdk. Mat 5:28.32).
Sudahkah kita memiliki komitmen yang penuh dalam mengikuti dan melayani Tuhan? Kenyamanan apakah yang perlu kita tinggalkan untuk dapat melangkah maju menuju kepada kekudusan?
*_Veronika_*
Jumat 14 Jun 2019
Pw S. Elisa, Nabi (PKarm/CSE)
2Kor 4:7-15; Mzm 116:10-11.15-18; Mat 5:27-32
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar