Minggu, 23 Juni 2019

Senin, 24 Juni 2019, Kelahiran St. Yohanes Pembaptis

*KELUARGA MENJADI TEMPAT TUMBUHNYA IMAN, HARAPAN, DAN KASIH*

*BACAAN*
*Yes 49:1-6* – “Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa”
*Kis 13:22-26* – “Kedatangan Yesus disiapkan oleh Yohanes”
*Luk 1:57-66.80* – “Namanya adalah Yohanes”

*RENUNGAN*
1.Tanggal, bulan dan tahun kelahiran Santo Yohanes Pembaptis tidak tercatat oleh penginjil. Perayaan kelahiran St. Yohanes Pembaptis memberikan kesan mendalam: sukacita, heran dan takut. Mereka bersukacita, karena Elisabeth yang sudah tua dan dinyatakan mandul, sekarang melahirkan seorang anak laki-laki. Mereka heran, karena nama anak itu Yohanes; bukan nama keluarga. Mereka takut, karena Zakaria sembuh dari kebisuannya. Sukacita, heran dan takut, oleh penginjil, dirumuskan dalam kalimat: “Menjadi apakah anak ini nanti?”

2.Kelahiran dan tugas-tugas Yohanes dinyatakan oleh malaikat Gabriel kepada Zakaria (Luk 1:17). Yohanes berarti Allah yang murah hati atau anugerah dari Allah. Proses pemberian nama dapat kita pandang sebagai ungkapan iman, harapan, dan kasih dari orangtua kepada Allah dan kepada anak. Pemberian nama Yohanes menunjukkan iman mereka akan Allah, serta menunjukkan harapan dan kasih mereka pada sang anak. Yohanes pun tumbuh semakin besar dan makin kuat rohnya. Kelak, ia menjadi nabi yang mempersiapkan kedatangan Sang Mesias.

3.Kehidupan Yohanes Pembaptis dibakar oleh semangat yang bernyala. Ia membawa orang lain, bahkan murid-muridnya sendiri, kepada Yesus dan kepada kedatangan Kerajaan Allah. Yohanes dipenuhi Roh Kudus, bahkan sedari rahim ibunya (Luk 1:15.41). Ketika Maria mengunjungi Elisabeth, Yohanes melonjak dalam rahim Elisabeth, mereka penuh dengan Roh Kudus (Luk 1:41). Api Roh tinggal dalam diri Yohanes dan menjadikan dia sebagai perintis kedatangan Mesias.  Yohanes dipimpin oleh Roh memasuki padang gurun sebelum menjalankan tugas pelayanannya, di mana ia dicobai dan tumbuh dalam Sabda Tuhan.

4.Kisah kelahiran Yohanes Pembaptis dapat menjadi inspirasi bagi kehidupan keluarga-keluarga kristiani. Elisabet dan Zakaria berani menanamkan iman yang benar, harapan yang unggul, serta kasih yang sempurna dalam diri Yohanes. Setiap keluarga kristiani seharusnya menjadi tempat yang subur bagi bertumbuhnya iman, harapan, dan kasih akan Allah dan sesama dalam diri seorang anak. Sebab pertumbuhan dan perkembangan seorang anak dalam keluarga – selain ditentukan oleh lingkungannya – sangat ditentukan oleh penyertaan dan pemeliharaan Allah.
 🇮🇩berkat.id🇮🇩

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar