*SIRAMAN ROHANI* Sabtu, 15 Juni 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Jangan Manfaatkan Nama Tuhan Untuk Menyembunyikan Ketidak-jujuran!* Matius 5: 33 - 37
Saudara-saudari... Seorang teman membagi pengalaman kekecewaannya karena ditipu oleh seorang, yang pada awalnya berlagak sangat baik dan jujur. Teman saya berkata: “Pater, saya sungguh kecewah dengan seorang pekerja. Saya sesungguhnya tidak mengenal dia, tetapi ada orang yang perkenalkan dia kepada saya. Orang yang memperkenalkan dia, kami sudah saling kenal cukup lama. Pada awalnya, saya punya kesan, bahwa orangnya sopan dan bertanggungjawab. Tetapi dalam proses saya amati, dia selalu minta uang, padahal menurut persetujuan, seminggu sebelum memulai pekerjaan dia harus menerima 20% dari pembayaran, kemudian kalau ¼ dari pekerjaan sudah selesai akan mendapat 10%, kalau setengahnya sudah selesai ia mendapat 20% lagi. Tetapi karena dia selalu menjanjikan bahwa pekerjaan akan selesai sebelum tanggal target, maka saya memberinya uang. Sewaktu pekerjaan 50% selesai dia meminta agar semua pembayaran dilunaskan karena dia akan meminta tambahan tenaga sewaan supaya selesaikan pekerjaan sebelum waktunya. Saya setuju. Kemudian dua hari sesudahnya, sebelum pekerjaan rampung, dia mengambil satu barang dari tempat saya. Katanya dia akan kembalikan besoknya. Besoknya saya tunggu tetapi dia tidak datang. Dia kirim saya SMS, katanya, ‘Dalam Nama Tuhan, saya akan kembalikan barangnya. Saya sumpah!’ Membaca SMSnya saya percaya, ternyata itu SMS yang terakhir dan sejak saat itu celphonenya diblokir. Jadi pekerjaan tidak tuntas dan barang yang dia ambilpun hilang untuk selamanya! Pater, saya sungguh-sungguh kecewah. Semoga Tuhan mengganjari apa yang diperbuatnya.”
Itulah pengalaman kekecewaan dari seorang teman.
Pekerja itu memanfaatkan nama Tuhan untuk menyembunyikan ketidak-jujurannya.
Saudara-saudari... Hari ini Yesus dengan tegas katakan kepada murid-murid-Nya: “Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya.” Atau dengan singkat Yesus katakan: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak!” Yesus sungguh menghendaki agar kita harus selalu hidup jujur dan berkata benar.
Sebagai pengikut Kristus, kita seharusnya memiliki hati yang murni, jauh dari keinginan untuk memperjuangkan sesuatu yang semu dan palsu. Sebab tak ada sesuatu yang mulia yang diperjuangkan dari sebuah kebohongan dan kepalsuan.
Marilah saudara-saudari... Kita berdoa dan mempersembahkan diri kita kepada Tuhan, memohon rahmat keberanian untuk menjadi pribadi yang jujur dan selalu berkata benar, dan semoga kita jangan manfaatkan nama Tuhan untuk menyembunyikan ketidak-jujuran kita.
Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar