*SIRAMAN ROHANI* Selasa, 04 Juni 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Kita Adalah Milik Allah Bapa Dan Yesus Kristus!*
(Yohanes 17:1-11)
Saudara-saudari... Pernahkah anda melihat dan mendengarkan ungkapan rasa bahagia dari orangtua anda karena kebaikan dan keberhasilan anda?
Saya pernah bercakap-cakap dengan beberapa orangtua yang berumur sekitar 60-an tahun. Saya sempat tanyakan mereka tiga pertanyaan utama. 1) Berapa jumlah anak kandung? 2) Apakah kehidupan anak-anaknya sudah memenuhi harapan mereka? 3) Apa yang membuat mereka bahagia atau sedih?
Ada beberapa orangtua merasa sangat bahagia karena anak-anak mereka sukses dalam studi dan sudah punya pekerjaan. Mereka bahagia karena anak-anaknya sudah bisa berdiri sendiri dan bertanggungjawab akan kehidupannya. Sebagai orangtua, mereka merasa bahwa usaha dan kerja-keras mereka sudah menghasilkan buah. Sebagai orangtua katolik, ada yang dengan gembira ungkapkan bahwa yang paling membahagiakan mereka adalah anak-anaknya aktip dalam kehidupan menggereja. Teguh dalam iman dan mengikuti ajaran gereja dengan setia, sehingga mendatangkan kepuasan rohani bagi orangtua.
Sementara beberapa orangtua yang lain merasa sedih karena anak mereka gagal dalam studinya dan masih sangat bergantung pada orangtua; merasa sedih karena anak-anak tidak peduli dengan kehidupan rohaninya; menjauh dari Gereja dan kegiatan rohani.
Kemarin hari Minggu, 02 Juni, seorang mama dengan menggugurkan air matanya katakan kepada saya bahwa anaknya selalu mabuk dan tidak pernah ke gereja lagi. Tingkah-laku anaknya sungguh menyakitkan hatinya. Dia berdoa semoga satu waktu anaknya kembali bertobat.
Saudara-saudari... Hari ini, Yesus ungkapkan rasa bahagia sekaligus rasa cemasNya kepada BapaNya. Merasa bahagia karena misiNya di dunia ini sudah berakhir; Ia bahagia karena selalu mentaati dan menjalankan kehendak BapaNya dengan setia sampai pada titik akhir hidupNya di dunia ini. BapaNya sudah memberikan Dia banyak pengikut. Ia pun sangat merasa dekat dengan para pengikutNya dan berdoa agar mereka selalu dilidungi oleh BapaNya. Dia juga merasa cemas karena secara fisik Ia akan meninggalkan mereka di dunia ini dan kekuatan dunia bisa saja membahayakan kehidupan iman mereka. Karena itu Ia expresikan perasaanNya kepada BapaNya lewat doa, kataNya: “Aku berdoa untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.”
Lewat doa-Nya ini, kita bisa rasakan kedekatan Yesus Kristus dengan para muridNya, dan merasa sangat bertanggungjawab akan keselamatan para muridNya. Ia percaya bahwa BapaNya akan melindungi mereka.
Yesus sungguh sadar akan kekuatan Setan dan kelemahan manusia. Apa yang dipikirkanNya memang itulah yang terjadi di dunia ini sampai saat ini. Setan selalu menggodai para pengikut Kristus, baik awam maupun biarawan/i. Kita sungguh beruntung karena Yesus Kristus, Saudara kita, sungguh mencintai kita dan dari Surga Ia selalu mendoakan kita agar kita selamat dan kelak bersatu dengan Dia dalam surga.
Saudara-saudari... Bagaimana tanggapan kita akan kebaikan Yesus Kristus? Apakah kita selalu merasakan bahwa kita adalah milik Bapa dan Yesus Kristus? Apakah kita selalu merasa dekat dengan Yesus Kristus, Saudara kita? Apakah kita selalu berusaha untuk mentaati perintah dan ajaranNya? Apakah kita selalu hidup sesuai dengan kehendak dan harapanNya? Apakah kita selalu merasa bertanggungjawab untuk meneruskan misiNya? Sebagai anak-anak Allah, apa yang harus kita lakukan agar Allah selalu merasa bahagia dengan kita?
Marilah saudara-saudari... Kita berdoa memohon bantuan Tuhan agar kita selalu tekun menjalankan perintahNya dan hidup sesuai dengan kehendakNya sehingga antara kita selalu terjalin hubungan yang baik dan pada akhirnya nanti kita pun boleh alami kebahagian bersamaNya dalam surga.
Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita agar kita pun selalu dekat dengan Yesus Kristus, Puteranya. Amen!
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar