Swara Bersahabat
“Apa Maunya Roh Kudus (Kis 2:1-11)”.
Dalam setiap pengalaman, peristiwa hidup kita; kita senantiasa dihadapkan pada pilihan dan nilai. Apa yang mau dipilih dan demi apa. Apa yang mau dicapai dan diperjuangkan.
Kadangkala kita memang lebih mudah untuk mengambil pilihan sikap karena alasan-alasan, perasaan, emosi yang muncul di masa lalu. Kita memilih sikap sebagai reaksi emosional atas peristiwa tertentu.
Kita dimampukan untuk berbicara dan mengungkapkan sesuatu. Roh Kudus mendorong kita untuk berani dan mampu berbicara.
Kita juga dimampukan untuk mengambil sikap demi sebuah nilai dan harapan baik di hari esok, nanti kemudian yang lebih baik. Kata “demi” membantu kita memilih sikap tertentu yang mungkin tidak seenak, senyaman, semudah karena pilihan berdasarkan “karena”. Kata demi menunjuk harapan dan esok yang masih bersifat angan-angan, kira-kira, mungkin.
Dalam beberapa peristiwa, kita juga diajak sadar bahwa Roh Kudus tidak hanya memampukan kita berbicara, bahkan berteriak lantang, keras, dan kuat. Namun jangan lupa, Roh Kudus juga kadang menghendaki kita untuk diam mendengarkan dan dengan rendah hari menerima dan memahami. Bahkan, mengajak kita pasrah diam tanpa protes meskipun mungkin dorongan emosi hati ingin protes.
Apa maunya Roh Kudus? Berbicara atau diam mendengarkan? Bijaksana dengan melihat apa yang mau diperjuangkan dan nilai luhur universal apa yang ingin dicapai.
Berkah Dalem|09062019|flohartantapr||
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar