Sabtu, 01 Juni 2019

Swara bersahabat
“Mengampuni yang Melukai Hati Kita (Kis 7:55-60)”.

Ketika kita merasa disakiti, dilukai atau dibuat menderita oleh orang lain; kita mempunyai beberapa pilihan sikap. Kita bisa menanggapi atau merespon dengan beberapa sikap.

Mungkin muncul rasa terluka, kecewa, marah dan jengkel. Perasaan kita memang bisa menjadi salah satu dasar untuk merespon dan bersikap namun kita mempunyai kemerdekaan, kebebasan hati nurani dan akal budi untuk bersikap bebas. Kita tidak hanya BEBAS BERSIKAP tapi BERSIKAP BEBAS.

Bersikap bebas artinya kita tidak dikendalikan, disetir, diatur oleh perasaan kita. Bisa saja kita sedih namun memilih sikap senyum. Bisa saja kita dilukai namun memilih sikap mengampuni dan tidak mendendam. Bebas bersikap adalah kita punya berbagai macam pertimbangan dan nilai untuk memilih mau bagaimana. Kita memilih sikap tidak ikut-ikutan dan berani menjadi berbeda meskipun sendirian demi sebuah keutamaan.

Terluka bukan alasan untuk cemberut dan sedih menangis. Dilukai bukan alasan untuk mendendam namun bisa menjadi dasar untuk mengampuni, memaafkan dengan senyum.

Salam Damai Kristus|

Tidak ada komentar:

Posting Komentar