Kamis, 25 Juli 2019

Jumat, 26 Juli 2019
Pw. St. Yoakim dan Anna
Sir. 44:1,10-15; Mzm. 132:11,13-14,17-18; Mat. 13:16-17.

"Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar" - Mat 13,16

Hari ini kita memperingati St. Yoakim dan St. Anna, orangtua St. Perawan Maria. Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, kita memang tidak menemukan kisah tentang keduanya. Namun, kita mempunyai sumber lain yang disebut sebagai "Injil Apokrif", yang kendati tidak termasuk dalam kanon Kitab Suci, tetapi memberikan informasi yang semakin melengkapi kisah-kisah dalam Kitab Suci. Dua di antaranya adalah The Gospel of the Birth of Mary (Injil Kelahiran Maria) dan The Proto-Evangelium of James (Proto-Injil Yakobus [PIY]). Keduanya menyebut bahwa Yoakim dan Anna adalah orang yang takut dan taat kepada Allah. Namun, setelah lama menikah, mereka tidak dikaruniai anak, seperti halnya Elyakim dan Hana (orangtua Samuel) serta Zakaria dan Elisabet (orangtua Yohanes Pembaptis). Maka, Yoakim, selama 40 hari dan 40 malam tinggal di padang gurun. “Aku tidak akan makan atau minum sampai Tuhan Allahku mengunjungi aku; doa akan menjadi makanan dan minumanku”, katanya (PIY 1:4). Sementara itu, Anna melakukan seperti yang dilakukan Hana (1Sam1: 9-19). Tuhan mendengarkan doa-doa mereka sehingga mengandunglah Anna dan melahirkan Maria. Kisah ini hendak menegaskan bahwa berkat doalah, mereka mendapatkan anugerah yang istimewa: rahim Anna yang semula kosong, diisi oleh Tuhan sehingga lahirlah Maria. Semoga hal ini menginspirasi dan mendorong kita untuk semakin tekun menghayati doa bersama dalam keluarga. Dalam doa, Tuhan senantiasa mengunjungi kita dan memberikan anugerah-Nya. Doa juga membuat kita semakin dekat dengan Tuhan sehingga mata dan telinga kita semakin peka untuk mendengar sabda-Nya dan melihat kehadiran serta karya-Nya dalam hidup kita.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar