Rabu, 17 Juli 2019

Kamis, 18 Juli 2019
Pekan Biasa XV
Kel. 3:13-20; Mzm. 105:1,5,8-9,24-25,26-27; Mat. 11:28-30

"Tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

Bacaan I hari ini masih melanjutkan kisah panggilan dan perutusan Musa untuk membimbing bangsa Israel keluar dari Mesir dan berjalan menuju tanah terjanji. Saya tertarik dengan tempat di mana Musa menerima panggilan dan perutusan dari Tuhan. Bukan pertama-tama pada nama Gunung Horeb, yang berarti gunung yang tandus, kering dan mandul, tetapi pada apa yang dikatakan oleh Tuhan Allah kepada Musa bahwa "tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus." Ya, tanah yang kudus itu merupakan starting point Musa dalam menjalankan panggilan dan perutusannya. Di tahan yang kudus itulah, Musa dipanggil dan diutus. Dari tempat yang kudus itulah, Musa memulai tugas perutusannya.
Seperti Musa, kita pun juga mesti mengawali tugas perutusan kita sehari-hari dari tempat yang kudus. Itu berarti, kita mesti menciptakan tempat dan waktu di pagi hari untuk menjadi tempat dan saat yang kudus, yakni tempat dan saat di mana kita, entah secara pribadi atau bersama sekeluarga berjumpa dengan Tuhan. Tempat itu tidak harus di gereja atau kapel, tetapi bisa juga di kamar atau di ruangan tertentu rumah kita. Asalkan di tempat itu kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan dalam doa, meditasi, membaca/merenungkan sabda-Nya, tempat itu pun menjadi tempat yang kudus bagi kita. Dari situlah kita mesti memulai hari kita, memulai aktivitas kita, memulai tugas dan pekerjaan kita.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar